Terungkap Identitas Mantan Artis Perempuan Terlibat Penipuan Scammer Internasional Pig Butchering, Begini Modus Operandinya!

AKURAT JAKARTA – Kasus penipuan daring (online scam) jaringan internasional dengan modus pig butchering di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, menyeret nama mantan artis tanah air.
Identitas mantan artis perempuan inisial F tersebut diungkap Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto.
Ia mengonfirmasi bahwa mantan artis berinisial F yang terlibat dalam komplotan scamer internasional tersebut adalah Fabiola Elizabeth Agnes.
Dalam sindikat ini, Fabiola Elizabeth Agnes berperan sebagai model atau talent. Tugas utamanya adalah melakukan panggilan video (video call) untuk meyakinkan para korban agar menanamkan modal di platform trading kripto bodong.
"Yang bersangkutan sebagai talent berperan sebagai pacar pada saat korban ingin video call terhadap siapa lawan bicaranya," kata Kombes Artanto saat memberikan keterangan kepada media.
Target Korban Warga Negara Amerika
Sindikat penipuan daring berskala internasional ini beroperasi di bawah kedok sebuah perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan.
Ruang operasional mereka berlokasi di kawasan Solo Baru, Sukoharjo.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Himawan Sutanto Saragih, mengungkapkan bahwa komplotan ini menyasar warga negara asing (WNA) sebagai target utama mereka, khususnya warga negara Amerika Serikat (AS).
"Perusahaan tersebut digunakan sebagai sarana perekrutan pekerja sekaligus kantor operasional penipuan online yang menyasar warga negara asing, khususnya warga negara amerika serikat," jelas Himawan.
Modus yang digunakan oleh jaringan ini adalah pig butchering atau penggiringan babi.
Para pelaku membangun hubungan emosional dan romansa fiktif dengan korban melalui media sosial, aplikasi kencan (dating apps), serta berbagai platform digital lainnya sebelum akhirnya menguras uang korban lewat investasi palsu.
Peran Fabiola dalam Kasus Ini
Fabiola Elizabeth Agnes diketahui merupakan warga negara Jerman yang sudah lama menetap di Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, Fabiola terbukti sudah terlibat sejak awal mula kasus penipuan ini berjalan.
Keterlibatan aktif sejak awal tersebut membuat mantan artis ini masuk ke dalam daftar anggota komplotan penipu yang ikut diamankan oleh pihak kepolisian.
Saat ditanya oleh wartawan mengenai keterlibatan Fabiola sejak awal mula kasus, Kombes Artanto membenarkannya. "Betul," jawab Artanto singkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




