Jakarta

Ngeri! Polda Metro Amankan 21 Orang Saat Demo BEM UI, Temukan Pisau hingga Botol Diduga untuk Molotov

Laode Akbar | 19 Agustus 2026, 14:47 WIB
Ngeri! Polda Metro Amankan 21 Orang Saat Demo BEM UI, Temukan Pisau hingga Botol Diduga untuk Molotov
Polda Metro Jaya menemukan dua senjata tajam dalam pengamanan aksi demo BEM UI (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkap temuan sejumlah barang berbahaya dalam pengamanan aksi demo yang digelar mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI di kawasan menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) menemukan satu bilah pisau yang dibawa oleh seorang oknum mahasiswa berinisial AM.

Selain itu, polisi juga menemukan satu buah golok yang berada di dalam ambulans. Golok tersebut ditemukan di dekat kursi pengemudi saat ambulans diperiksa petugas.

"Ditemukan satu buah bilah pisau yang dibawa oleh oknum berinisial AM, ini masih didalami, dan satu lagi satu buah golok yang dibawa oleh sopir ambulans," kata Budi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Playoff UCL, 20 Agustus 2026: Duel Ketat di Glasgow

Budi menegaskan, benda-benda tajam maupun barang berbahaya tidak diperbolehkan dibawa dalam aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Menurutnya, keberadaan benda tersebut dapat membahayakan petugas keamanan, massa aksi, maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi demonstrasi.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh peserta aksi, barang-barang berbahaya, barang-barang benda tajam, ini tidak boleh dibawa pada saat melaksanakan aksi," ujarnya.

Selain menemukan pisau dan golok, Polda Metro Jaya juga mengamankan 21 orang dalam rangkaian pengamanan aksi.

Polisi turut menemukan 12 petasan atau flare serta enam botol yang disebut akan digunakan untuk pembuatan molotov.

Baca Juga: Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih

Budi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap 21 orang yang diamankan tersebut, termasuk untuk mengetahui tujuan membawa barang-barang tersebut.

"Karena tadi malam dan tadi pagi ada 21 orang diamankan, ada 12 petasan/flare, dan 6 media botol yang akan digunakan untuk pembuatan molotov. Ini masih dalam proses pendalaman," kata Budi.

Ia menegaskan, langkah kepolisian dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar benda-benda berbahaya tidak digunakan dan menimbulkan korban dalam aksi.

Budi juga mengingatkan peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak membawa barang yang berpotensi membahayakan orang lain.

Baca Juga: Kabar Gembira! Status Guru Resmi Dialihkan Menjadi ASN Pusat, Ini 3 Kebijakan Terkait PPPK Paruh Waktu Mulai 2027

"Intinya, preventive strike Polda Metro Jaya dan preemptive education selalu berjalan. Masyarakat bukan hanya terkait tentang penegakan hukum, itu ultimum remedium, tetapi terkait tentang preemptive education bahwa membawa barang-barang berbahaya ini bisa berdampak bagi dirinya maupun orang lain," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.