Jakarta

Anggota DPD RI Arya Wedakarna Dituding Rasis ke Wanita Berjilbab, Begini Komentar Tokoh Bali Ni Luh Djelantik

Sastra Yudha | 2 Januari 2024, 18:21 WIB
Anggota DPD RI Arya Wedakarna Dituding Rasis ke Wanita Berjilbab, Begini Komentar Tokoh Bali Ni Luh Djelantik

AKURAT JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Bali, Arya Wedakarna, dituding rasis ke wanita berjilbab.

Dalam video yang beredar di Medsos, Arya Wedakarna mengatakan tak suka wanita berhijab menjadi front line atau staf penyambut di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Pernyataan Arya Wedakarna ini pun mendapat kecaman dari netizen. Budayawan dan sekaligus tokoh masyarakat Bali, Ni Luh Djelantik, ikut buka suara terkait ucapan Arya Wedakarna tersebut.

Ni Luh Djelantik mendesak Arya Wedakarna segera minta maaf, karena telah menyinggung masalah SARA.

Baca Juga: Anggota DPD RI dari Bali Ini Rasis ke Wanita Berjilbab, Netizen Ramai-ramai Mengecam, Ahmad Sahroni DPR: Duh Bapak Gemesin Amat Sih...!

“Puluhan ribu komentar di berbagai Platform mengkritik dan menyayangkan pernyataanmu. Bali dan Rakyat Bali dihujat dimana2. Tak terhitung yang mengetag akun mbok niluh,” kata Ni Luh Djelantik di Instagram pribadinya.

“Jika kamu ingin frontliner di bandara pake bunga pake bija, ya silakan sampaikan dengan padat singkat jelas. Petugas beacukai sudah mengakui kesalahannya. Fokus pada kualitas pelayanan publik. Mengapa menjadi melebar kemana-mana menampilkan penutup kepala dan timur tengah," sambungnya.

"Ngapain pakai kata tamu tinggal di Bali sementara cari makan? Kamu tau kan kalau banyak orang Bali merantau ke luar Bali? Kamu paham kan banyak orang Bali tinggal dan kerja di Timur Tengah?,” katanya.

"Ibunda dari Bung Karno, Fatmawati pakai kerudung. Ibu negara, istri dari Jokowi sering mengenakan hijab, keluarga rakyat Bali tak jarang multikultural, rumah lain bisa terdiri dari beberapa agama."

Baca Juga: Didekati Pangeran Qatar, Bella Hadid Beri Syarat: Sumbangkan Hartamu ke Palestina, Aku Siap Memberikan Perhatianku Padamu

"Kamu pernah ke Pegayaman ? Kamu pernah ke Banjar Bali? Kamu pernah ke Denpasar? Lihat betapa heterogennya Bali dan kami hidup baik-baik saja."

“Kami yang susah payah menjaga toleransi ikut sekarang kena getahnya,” ujar Ni Luh Djelantik, panjang lebar.

"Kamu harus minta maaf dengan tulus, lakukan segera sebelum terlambat, dan jaga kerukunan serta rawat keberagaman bangsa ini."

“Kalau dia masih hidup, Bung Karno pasti menangis bersama kami, ngomong-ngomong, rakyat Bali menggunakan ucapan salam Om Swastyastu bukan Namaste. Matang suksma,” tutup Ni Luh Djelantik.

Diketahui, pernyataan Arya Wedakarna itu disampaikan saat memimpin rapat DPD dengan Kepala Bea Cukai Bali Nusa Tenggara dan Kepala Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai, 29 Desember 2023 lalu.

Dari tayangan video amatir yang beredar di media sosial, Arya Wedakarna mengatakan tidak suka dengan petugas Bandara Bali, wanita yang mengenakan penutup kepala alias jilbab.

Baca Juga: Viral di Medsos, Ratusan Ribu WNI di Malaysia Mengaku Tak Terdaftar Sebagai Pemilih dalam Pemilu 2024, Begini Tanggapan KPU

Arya pun meminta agar tidak ada lagi wanita berjilbab yang bertugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebab, menurutnya, Bali bukan Timur Tengah.

Sebaliknya, Arya ingin petugas di Bandara Ngurah Rai diganti dengan gadis Bali, dengan rambut terurai dan terbuka.

"Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas. This is not Middle East. Enak aja, ini Bali. Pakai bunga kek, pakai apa kek," ujar Arya.

"Saya nggak mau yang front line, front line itu (wanita pakai jilbab). Saya mau yang gadis Bali, kayak kamu. Rambutnya terlihat terbuka," kata Arya.

Video tersebut mendapat kecaman dari para netizen. Di kolom komentar, banyak yang menyebut Arya Wedakarna telah bertindak rasis dan anti toleransi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.