Jakarta

Inalillahi... Kecelakaan Maut Kijang LGX Vs Kereta Api Pandalungan, 4 Orang Keluarga Pesantrean Meninggal Dunia

Ainun Kusumaningrum | 9 Mei 2024, 08:18 WIB
Inalillahi... Kecelakaan Maut Kijang LGX Vs Kereta Api Pandalungan, 4 Orang Keluarga Pesantrean Meninggal Dunia

AKURAT JAKARTA - Kecelakaan maut antara Kijang LGX Vs Kereta Api Pandalungan, menyebabkan 4 orang meninggal dunia di Pasuruan.

Kecelakaan maut tepatnya terjadi di Desa Patuguran, Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (7/5/2024).

Empat orang meninggal dunia, yaitu Nyai Hj Munjiyah binti KH Noerhasan bin Nawawie (Sidogiri), Ning Maslahah binti Tohir (Sidogiri), Ning Aidah binti Mahfud (Gayam), dan Ning Alwiyah binti Ali (Kejayan).

Baca Juga: Gak Usah Khawatir, Nih Link dan Cara Nonton Gratis Pertandingan Timnas Indonesia Vs Guinea di FIFA+

Dilansir NU Online, kabar duka dibenarkan salah Humas Pondok Pesantren Sidogiri, M. Sofyan Qusyairi.

Semua jenazah almarhumah saat ini sudah berada di Pesantren Sidogiri untuk dishalatkan dan kemudian dimakamkan.

Di Pemakaman Keluarga Masyayikh Sidogiri, tepatnya di Belakang Masjid Jami' Sidogiri.

Baca Juga: Konser Sunset di Kebun Raya Bali Akhir Mei 2024, Guest Star Ada Nadin Amizah dan Kunto Aji

Kronologi kecelakaan, rombongan sebelumnya hendak menghadiri acara basaudan sekaligus silaturahim kepada ibu nyai di Rejoso, Pasuruan.

Kecelakaan terjadi setelah perjalanan pulang dari acara tersebut.

Rombongan berjumlah enam orang mengendarai Kijang LGX dengan nomor polisi atau nopol N 1475 WU.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling Jakarta Hari Ini Libur, Kamis 9 Mei 2024

Mobil tersebut tertabrak Kereta Api (KA) Pandalungan saat hendak melintasi rel KA yang kebetulan tanpa penjagaan.

Mobil Kijang hendak melintas dari arah selatan menuju ke arah utara di perlintasan yang tidak dilengkapi dengan palang pintu.

Pada saat yang sama, sebuah kereta api pendalungan melintas dari arah barat. Saiful menjelaskan.

Mobil Kijang tersebut sempat terseret oleh kereta api beberapa meter dari lokasi kejadian awal, kereta api kemudian berhenti. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.