Zaki Iskandar Ingatkan Pesan Ketaatan dan Pengorbanan yang Mendalam di Moment Idul Adha

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar mengungkapkan, masih suasana Hari raya Idul Adha, mengingatkan pesan ketaatan dan pengorbanan yang mendalam.
Salah satu praktik utama dalam perayaan Idul Adha adalah berkurban, yang memiliki makna spiritual.
“Berkurban bukanlah sekadar ritual atau tradisi belaka, melainkan merupakan wujud nyata dari ketaatan kepada perintah Allah SWT," kata Zaki Iskandar.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia U-16 Vs Filipina di Piala AFF U-16, Link Live Streaming
Menurut dia, dalam Al-Quran, Allah menyebutkan pentingnya berkurban sebagai bentuk penghormatan kepada-Nya.
"Berkurban juga menjadi simbol pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail AS, sebagai tanda kesetiaan dan taat kepada Allah,” ujarnya.
Bupati Tangerang dua periode tersebut mengatakan bahwa dibalik setiap aksi menyembelih hewan kurban terdapat nilai-nilai yang sangat berharga.
Pertama-tama, berkurban mengajarkan kita tentang pengorbanan dan keikhlasan.
Ketika seseorang bersedia melepaskan sebagian dari harta yang dimilikinya untuk berkurban, ia juga melepaskan ego dan keserakahan dalam dirinya mengutamakan kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri.
“Berkurban mengajarkan kita tentang rasa empati dan kepedulian terhadap sesama," katanya.
Daging kurban yang didistribusikan kepada fakir miskin, yatim piatu, dan kaum dhuafa menjadi simbol kepedulian kita terhadap mereka yang membutuhkan.
"Melalui berkurban, kita diajarkan untuk selalu memperhatikan dan membantu sesama, serta mempererat tali persaudaraan dalam masyarakat,” ujarnya.
Bakal Calon Gubernur Jakarta tersebut menambahkan bahwa berkurban juga mengajarkan tentang rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Dengan bersyukur dan menghargai nikmat tersebut, kita diingatkan akan pentingnya bersikap rendah hati dan tidak sombong terhadap karunia yang telah diberikan-Nya.
“Berkurban pada hari raya Idul Adha bukanlah sekadar ritual ibadah rutin, melainkan sebuah perwujudan dari nilai-nilai ketaatan, pengorbanan, empati, kepedulian, dan syukur kepada Allah SWT.
Semoga setiap langkah kita dalam berkurban selalu mengandung makna yang mendalam dan membawa berkah bagi diri kita sendiri serta masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





