Jakarta Urutan 12 Kota dengan Udara Terburuk di Dunia, Masuk Kategori Sedang,

ÀKURAT JAKARTA - Jakarta masuk urutan 20 besar sebagai kota dengan udara terburuk di dunia dengan posisi berada di urutan 12, hari ini.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.17 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada pada angka 96 atau masuk dalam kategori sedang.
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kinshasa, Kongo di angka 179, urutan kedua Lahore, Pakistan di angka 160
Baca Juga: Hari Ini Cuaca Jakarta Diprediksi Cerah dan Cerah Berawan, Suhu 28-35 Derajat Celcius
Urutan ketiga Beijing, Cina di angka 157, urutan keempat Kuwait City, Kuwait di angka 134, dan urutan kelima Kampala, Uganda di angka 124.
Urutan keenam Cairo City, Mesir di angka 112, urutan ketujuh Tel Aviv-Yafo, Israel di angka 107, dan urutan kedelapan Delhi, India di angka 102.
Urutan kesembilan Tashkent, Uzbekistan di angka 102, urutan kesepuluh Dubai, Uni Emirat Arab di angka 99, dan urutan kesebelas Medan, Indonesia di angka 97.
Kualitas udara kategori sedang apabila kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan.
Tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.
Sedangkan, kualitas udara kategori tidak sehat yakni udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Baca Juga: Benarkah Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup? Begini Penjelasan Dokter
Kemudian, kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 8Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






