Jakarta

Mad Romli Belum Beri Ucapan Selamat Atas Keunggulan Maesyal-Intan, Pengamat: Belum Ada Kedewasaan Politik

Yasmina Nuha | 9 Desember 2024, 16:05 WIB
Mad Romli Belum Beri Ucapan Selamat Atas Keunggulan Maesyal-Intan, Pengamat: Belum Ada Kedewasaan Politik

AKURAT JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang nomor urut 2, Maesyal Rasyid-Intan Nurul Hikmah (MADANI) unggul di 29 kecamatan dengan raihan 995.486 suara atau 65,14%.

Terkait hal ini, paslon nomor urut 3, Zulkarnain-Lerru dan calon wakil bupati nomor urut 1, Irvansyah Asmat telah mengucapkan selamat kepada paslon Maesyal-Intan atas keunggulannya tersebut.

Namun, hingga saat ini, calon bupati Tangerang nomor urut 1 Mad Romli belum memberikan pernyataan apapun atau ucapan selamat kepada paslon Maesyal-Intan.

Baca Juga: Banyak Jalan yang Rusak Akibat Truk Tanah, Pengamat Harap Maesyal-Intan Dapat Perbaiki Demi Kenyamanan Transportasi

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai bahwa Mad Romli menunjukkan ketidakdewasaan dalam politik. Padahal, real count atau hasil resmi KPU telah menyatakan Maesyal-Intan unggul.

"Jelas bahwa figur tersebut memang tidak dewasa dalam politik. Tidak bijaksana dalam politik gitu ya, sehingga sampai diumumkan real count KPU saja tidak mau melakukan itu," ujar Adib saat dihubungi, Senin (9/12/2024).

Adib mengatakan, seharusnya, meski real count KPU itu belum ditetapkan, elit politik seperti Mad Romli sudah tahu hasil quick count atau hitung cepat tidak akan beda jauh.

Baca Juga: KAI Luncurkan Kereta Langsung Gambir-Semarang, 833.495 Tiket Libur Nataru Habis

"Tetapi saya kira biasanya kalau pemain politik, elit politik, karena dia sudah tahu soal statistik politik, bagaimana berkompetisi selama ini dalam dunia politik, hitungan quick count itu biasanya tidak jauh dari real count KPU," ujarnya.

Dengan itu, lanjut Adib, jika mereka punya kedewasaan politik tingkat tinggi, biasanya selesai dalam hitungan menit dari hasil quick count sudah ada, mereka langsung mengucapkan selamat.

"Itu tersembunyi dari figur yang memang punya kedewasaan politik, kebijaksanaan politik, dia punya kualitas. Dia arif, dia bijaksana," katanya.

Ia pun menegaskan bahwa kontestasi politik itu dibutuhkan figur yang siap menang dan siap kalah. Dengan itu, ucapan selamat kepada pemenang juga diperlukan.

"Bukan siap menang, siap kalah itu hanya sekedar deklarasi yang basa-basi gitu ya, tetapi jelas. Diyakini ketika memang dia kalah ya sudah, kesatria politik itu penting menurut saya," imbuhnya.

Ia juga beranggapan, hal ini akan dipandang oleh grassroots atau akar rumput bahwa persaingan politik yang kemarin dicabik-cabik dalam kontestasi akhirnya tidak mendapat sebuah contoh yang baik.

"Dan akan menjadi preseden buruk ke depan bahwa orang-orang ini secara tidak langsung akan menciptakan sebuah kekacauan politik. Maksud saya adalah karena tadi itu, siap menang, siap kalah," katanya.

"Kalau kalah dia harus menenangkan pendukungnya, memberikan contoh yang baik. Sehingga akar-akar polarisasi itu, benih-benih polarisasi itu bisa diselesaikan yang pertama dari aktor politik yang berkontestasi," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y