Kementan Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Padi Organik

AKURAT JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, padi organik menjadi salah satu alternatif strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global.
Menurut Amran, perubahan iklim telah berdampak besar pada krisis pangan dunia, sehingga diperlukan langkah-langkah inovatif untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan.
"Dengan budidaya organik, produksi padi dapat meningkat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Selain itu, metode ini juga menghasilkan pangan yang lebih sehat bagi masyarakat," kata Amran.
Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pertanian organik merupakan solusi pertanian ramah lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Menurutnya, praktik ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi petani, tetapi juga membuka peluang ekspor yang lebih luas karena permintaan pasar internasional terhadap beras organik terus meningkat.
Dalam acara Ngobrol Asyik Bersama Petani (Ngobras) Volume 10 yang digelar pada Selasa (18/03/2025) dengan tema “Padi Organik, Solusi Pertanian Ramah Lingkungan”, hadir sebagai narasumber Erik Mulyana, penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Minta, petani dari Kecamatan Cikembar.
Erik mengungkapkan bahwa Kecamatan Cikembar telah mengembangkan pertanian organik sejak 2018. Para penyuluh dan petani di wilayah tersebut berupaya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan subsidi pemerintah dengan menerapkan teknik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
"Awalnya, kami memulai dengan 15 hektar lahan pertanian organik, dan saat ini luasannya telah berkembang menjadi 30 hektar yang sudah tersertifikasi," ujar Erik.
Selain itu, di Desa Cikembar sendiri telah terbentuk 15 kelompok tani yang tersebar di 10 desa dengan pola tanam Intensifikasi Padi 300 (IP 300).
Keberhasilan ini mendorong Dinas Pertanian untuk meluncurkan program PEDO PISAN (Peningkatan Ekonomi Padi Organik Harapan Petani Masa Depan) guna meningkatkan kesejahteraan petani dan memperluas lahan pertanian organik.
Narasumber selanjutnya, Minta petani dari Desa Sukamulya dan Desa Cikembar, mengungkapkan bahwa bertani secara organik memberikan banyak manfaat bagi keluarganya.
"Kami bisa menikmati pangan yang lebih sehat, biaya produksi lebih murah, kualitas tanah lebih terjaga, dan hasil panennya pun lebih baik," katanya.
Dengan semakin luasnya penerapan pertanian organik, diharapkan ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan pertanian yang berkelanjutan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







