Jakarta

Waspada, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Meluas Sepekan ke Depan

Ainun Kusumaningrum | 30 Oktober 2025, 23:06 WIB
Waspada, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Meluas Sepekan ke Depan

AKURAT JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang diprediksi melanda berbagai wilayah Indonesia.
Potensi hujan lebat ini diperkirakan berlangsung selama sepekan ke depan, yakni mulai 28 Oktober hingga 3 November 2025.

BMKG menyebutkan, peningkatan signifikan pertumbuhan awan hujan ini dipicu oleh interaksi kompleks dari faktor atmosfer skala global, regional, dan lokal.

"Pertumbuhan awan hujan signifikan berpotensi terjadi di berbagai wilayah. Ini akibat interaksi faktor atmosfer skala global, regional, dan lokal," demikian keterangan BMKG dalam laporan "Prospek Cuaca Mingguan" Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Hujan Deras Sore Ini Sebabkan Genangan dan Banjir di Sejumlah Lokasi, Transjakarta dan Jaklingko Lakukan Penyesuaian Rute, Berikut Rinciannya

Sebagian Besar Wilayah Mulai Memasuki Musim Hujan

Berdasarkan catatan BMKG, saat ini sebanyak 43,8 persen zona musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki periode musim hujan.

Puncak curah hujan diperkirakan akan terjadi pada November-Desember 2025 di wilayah bagian barat Indonesia. Sementara itu, wilayah selatan dan timur Indonesia diprediksi akan mengalami puncak hujan pada Januari-Februari 2026.

Baca Juga: Pohon Besar Tumbang di Kebayoran Baru Dharmawangsa Jaksel, Timpa 5 Mobil dan Tewaskan 1 Orang

Wilayah-wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat sepekan mendatang meliputi:

Sumatra bagian selatan, Jawa, Sebagian Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Tengah, Maluku dan sebagian besar Papua

Dipicu Fenomena Atmosfer Global

Peningkatan potensi hujan lebat ini turut diperkuat oleh beberapa fenomena atmosfer skala global seperti Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin.

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan dan perairan selatan Kalimantan juga memicu terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memperkuat pembentukan awan hujan.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.