Jakarta

Dampak Ledakan SMAN 72, Gubernur Pramono Akui Banyak Siswa Minta Pindah Sekolah

Titania Isnaenin | 17 November 2025, 15:34 WIB
Dampak Ledakan SMAN 72, Gubernur Pramono Akui Banyak Siswa Minta Pindah Sekolah

 

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui dampak insiden ledakan yang menimpa SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) ternyata lebih luas dari perkiraan.

Ia menyebut, banyak siswa di sekolah tersebut kini mengajukan permintaan untuk pindah sekolah ke tempat belajar lain.

"Dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah," kata Pramono saat ditemui di Jakarta, Minggu seperti dikutip dari ANTARA

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Lagi, Segini Harga per Gramnya

Pramono menambahkan, dirinya telah bertemu dengan Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta dan menegaskan bahwa persoalan ini harus segera dirumuskan dan ditangani dengan baik.

Ia khawatir dampak dari ledakan tersebut akan berkelanjutan.

"Karena saya tak mau kemudian dampaknya sampai panjang," ujarnya.

Adapun terkait proses belajar mengajar, Pramono menyebut hari Senin (17/11) merupakan batas waktu bagi pembelajaran yang dilakukan secara daring (online).

Baca Juga: Tega, Bayi Bertali Pusat Dibuang di Tumpukan Sampah Cipayung

Pada hari yang sama, pihak sekolah dan pemerintah akan mengundang para orang tua murid dan guru untuk diberikan pilihan tegas mengenai sistem pembelajaran selanjutnya.

"Hari Senin (17/11) juga akan mengundang para orang tua murid dan juga guru, untuk diberikan pilihan, apakah mereka akan sekolah secara tatap langsung atau masih melalui daring," jelasnya.

Sebelumnya, Pramono berharap pembelajaran tatap muka (PTM) dapat kembali diterapkan pada pekan depan pasca-ledakan.

Baca Juga: Ammar Zoni Minta Kekasih Urus Surat Nikah Saat Sidang Zoom

Adapun sebelumnya, sebagian besar siswa bahkan sudah menyatakan keinginan untuk kembali ke sekolah secara langsung.

Alasan siswa ingin kembali PTM adalah untuk membuktikan bahwa sekolah tersebut sudah aman.

Pramono pun mengaku mendukung dan memberikan kebebasan penuh kepada pihak SMAN 72 untuk mengambil keputusan.

"Dan ternyata mereka kebanyakan sekarang meminta untuk secara langsung," ujar Pramono.

"Mudah-mudahan minggu depan sudah sepenuhnya (pembelajaran tatap muka)," tutupnya, mengindikasikan harapannya agar kegiatan belajar mengajar normal kembali. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.