Jakarta

Lebih Presisi dan Minim Sayatan, Eka Hospital Kenalkan Teknologi Robotik Da Vinci XI

Ainun Kusumaningrum | 14 Januari 2026, 08:31 WIB
Lebih Presisi dan Minim Sayatan, Eka Hospital Kenalkan Teknologi Robotik Da Vinci XI

AKURAT JAKARTA — Pasien kanker prostat di Indonesia kini tidak perlu lagi melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan penanganan medis modern.

Eka Hospital MT Haryono menghadirkan teknologi bedah mutakhir, sistem robotik Da Vinci XI, yang mampu melakukan operasi kanker prostat secara minimal invasif dengan tingkat presisi tinggi.

Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS, menjelaskan bahwa meski menggunakan sistem robotik, kendali sepenuhnya tetap berada di tangan dokter spesialis.

Baca Juga: Waspada Influenza pada Anak, Kenali Gejala, Pencegahan dan Batas Kritis Kapan Harus ke Dokter

Alat ini berfungsi membantu dokter menjangkau area operasi yang sulit diakses tanpa harus melakukan banyak sayatan besar.

Mengenal Keunggulan Da Vinci XI

Sistem Da Vinci XI terdiri atas tiga komponen utama yang terintegrasi: Sistem Audiovisual: Pusat kontrol kamera yang memberikan visualisasi area operasi secara sangat jernih.

Patient Cart: Unit dengan empat lengan robot yang melakukan tindakan langsung pada pasien. Surgical Console: Tempat dokter bedah mengendalikan pergerakan lengan robot melalui tampilan tiga dimensi (3D).

Baca Juga: Green Tea, Matcha, dan Hojicha: Memahami Perbedaan Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kebutuhan Tubuh

"Melalui konsol ini, dokter dapat melihat kondisi dalam tubuh pasien secara detail dan menggerakkan alat dengan sangat efektif tanpa risiko tremor (getaran tangan)," ujar Prof. Agus Rizal dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Manfaat bagi Pasien

Berbeda dengan laparoskopi konvensional, lengan robot Da Vinci XI memiliki fleksibilitas ujung alat yang mampu berputar dan meliuk layaknya tangan manusia.

Hal ini memungkinkan pembedahan dilakukan milimeter demi milimeter secara hati-hati sehingga jaringan sehat di sekitar area operasi tetap terjaga.

Karena prosedur ini minim sayatan, pasien diprediksi dapat pulih jauh lebih cepat dibandingkan operasi konvensional. Prof. Agus Rizal mencatat, rendahnya angka komplikasi pascaoperasi memungkinkan pasien meninggalkan rumah sakit dalam waktu yang lebih singkat.

Eka Hospital telah menangani lebih dari 50 kasus operasi robotik sejak tahun 2021. Data lapangan menunjukkan hasil operasi robotik terbukti lebih optimal dibandingkan metode operasi terbuka. Beberapa kasus yang sangat disarankan menggunakan teknologi ini antara lain:

Radikal Prostatektomi: Pengangkatan kanker prostat dengan risiko efek samping minimal.

Partial Nephrectomy: Pengangkatan tumor ginjal tanpa harus mengangkat seluruh organ ginjal.

Operasi Rekonstruksi: Tindakan pada saluran kemih yang memiliki tingkat kesulitan tinggi secara manual.

Kehadiran teknologi robotik di Jakarta diharapkan dapat menolong lebih banyak pasien di Indonesia untuk mendapatkan perawatan terbaik dengan standar internasional tanpa kendala jarak dan biaya perjalanan ke luar negeri.(*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.