Jakarta

Korlantas Polri Terus Sempurnakan ETLE Drone, Masyarakat Diminta Sadar Literasi Digital

Ainun Kusumaningrum | 28 Januari 2026, 11:57 WIB
Korlantas Polri Terus Sempurnakan ETLE Drone, Masyarakat Diminta Sadar Literasi Digital

 

AKURAT JAKARTA — Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), termasuk inovasi terbaru ETLE Drone Patrol Presisi sebagai bagian dari transformasi penegakan hukum berbasis teknologi di Indonesia.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa meski penerapan teknologi merupakan lompatan besar, Polri menyadari masih adanya tantangan di lapangan.

Penyempurnaan secara berkelanjutan terus dilakukan untuk memastikan sistem bekerja secara optimal dan akurat.

Baca Juga: Naik Kereta Bersama Mas Kawendra: Program Mudik Gratis Lebaran 2026 Tujuan Jember dan Lumajang, Simak Info Lengkapnya!

"Penerapan ETLE Drone adalah langkah maju penegakan hukum digital. Namun, kami menyadari masih terdapat tantangan yang harus terus disempurnakan," kata Irjen Agus dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).

Dalam evaluasinya, Kakorlantas memaparkan sejumlah kendala utama yang tengah ditangani oleh Korlantas. Beberapa di antaranya meliputi tingkat literasi masyarakat mengenai sistem elektronik, akurasi data kendaraan, hingga keterbatasan teknis di titik-titik tertentu.

Polri juga menaruh perhatian khusus pada persepsi publik terhadap sistem pengawasan otomatis ini.

Baca Juga: Kapan Pendaftaran Mudik Gratis Pulang Basamo Lebaran 2026 Dibuka? Keberangkatan Dua Gelombang, pada 8 dan 15 Maret 2026

Oleh karena itu, penguatan sosialisasi dan transparansi data menjadi prioritas utama guna membangun kepercayaan masyarakat.

"Kami terus melakukan penyempurnaan sistem dan penguatan sosialisasi. Penegakan SOP yang ketat serta pendekatan humanis tetap menjadi pilar utama agar sistem ini dirasakan sebagai bentuk keadilan bagi seluruh pengguna jalan," terangnya.

Lebih jauh, Agus menekankan bahwa penggunaan teknologi ETLE bukan sekadar alat untuk menjaring pelanggar lalu lintas.

Inovasi ini mengemban misi lebih besar, yakni membangun budaya tertib di jalan raya sebagai representasi peradaban bangsa.

Dengan meminimalisasi interaksi langsung antara petugas dan masyarakat, penggunaan ETLE Drone diklaim mampu menjaga akuntabilitas dan objektivitas penindakan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi potensi pelanggaran prosedur di lapangan.

"Keselamatan adalah yang utama. Lalu lintas adalah cermin budaya bangsa, maka patuh dan tertib berlalu lintas adalah kunci keselamatan di jalan," pungkas Kakorlantas. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.