Jakarta

Polda Metro Jaya Perketat Patroli Jelang Ramadhan

Ainun Kusumaningrum | 29 Januari 2026, 10:32 WIB
Polda Metro Jaya Perketat Patroli Jelang Ramadhan

AKURAT JAKARTA – Polda Metro Jaya berkomitmen meningkatkan intensitas patroli guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang masuknya bulan suci Ramadhan.

Langkah ini diambil menyusul adanya tren peningkatan kerawanan sosial di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

“Menjelang bulan Ramadhan, gangguan kamtibmas cenderung mengalami peningkatan,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, kepada awak media di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Mengejutkan! Napoli - Ajak Tersingkir dari Liga Champions 2025-2026, Berikut 8 Tim yang Lolos Otomatis ke 16 Besar, Wakil Inggris Mendominasi

Asep memerinci, potensi kerawanan yang diwaspadai meliputi aksi tawuran antarwarga, aktivitas geng motor, premanisme, hingga berbagai tindak kejahatan jalanan lainnya.

Menurutnya, dinamika kejahatan di Jakarta menjelang bulan puasa dipicu oleh akumulasi berbagai faktor sosial dan ekonomi.

“Kondisi tersebut dipicu oleh beberapa hal, antara lain konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang, provokasi melalui media sosial, serta tekanan sosial ekonomi yang meningkat menjelang bulan suci,” paparnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional 2026–2031

Jenderal bintang dua tersebut menegaskan, kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aksi yang mengusik ketenangan publik.

Apalagi, aksi-aksi tersebut kerap menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum yang merugikan masyarakat luas.

Sebagai langkah konkret, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Sikat Jaya yang berlangsung mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Sebanyak 675 personel dikerahkan untuk menyisir titik-titik rawan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kapolda menambahkan, pihaknya telah memetakan sejumlah zona merah yang kerap menjadi titik pecahnya konflik, seperti kawasan Manggarai di Jakarta Selatan hingga Jalan Jenderal Basuki Rachmat (Basura) di Jakarta Timur.

“Kita akan fokus di wilayah hukum Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Di wilayah-wilayah perbatasan, kami akan menempatkan pos pantau serta menyiagakan patroli gabungan secara bergerak (mobile),” pungkas Asep.(*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.