Jakarta

Dokter: Bukan Masker, Paling Penting Kendalikan Sumber Polusi Udara Jakarta

Ainun Kusumaningrum | 16 Agustus 2023, 14:28 WIB
Dokter: Bukan Masker, Paling Penting Kendalikan Sumber Polusi Udara Jakarta

AKURAT.CO - Masker dinilai bukan utama untuk mencegah polutan udara. Namun, yang paling penting Pemerintah dan masyarakat mencari sumber polusi lalu mengendalikannya.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, masker tetap dapat membantu mencegah penularan penyakit lain. Meski tidak sepenuhnya mencegah polutan udara.

Menurut dia, semakin bagus mutu masker maka lebih baik perlindungannya.

Baca Juga: Resep Masakan Empal Gentong, Enak Banget Kuahnya Nendang

Namun, belum ada bukti ilmiah dengan angka pasti semisal masker N95, masker bedah atau dua dan tiga lapis masker akan menurunkan polusi sekian persen.

"Akan sangat tergantung dari kadar polusi di tempat seseorang sedang berada, hembusan angin, mungkin kelembaban dan lainnya," kata dia dilansir dari Antara.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu mengatakan, hal yang bisa dilakukan masyarakat demi mencegah terkena polutan udara yakni sedapat mungkin membatasi aktivitas fisik berat di daerah polusi udara sedang tinggi, misalnya di jalan macet dan lainnya.

Baca Juga: Resep Risol Mayo yang Gurih dan Lezat, Silahkan Dicoba di Rumah

"Tentu hal ini tidak mudah dilakukan, tetapi setidaknya perlu jadi perhatian kalau dimungkinkan," ujar Tjandra.

Terkait alat air purifier atau pemurni udara untuk mencegah polutan, seperti halnya masker, masih memerlukan bukti ilmiah yang valid terlebih dulu.

"Juga akan tergantung dari seberapa besar polusi udara di dalam ruangannya, bagaimana ventilasi ruangan itu dan lainnya," katanya.

Baca Juga: Resep Masakan Lontong Lodeh, Menu Sarapan Enak Bikin Semangat

Oleh karena itu, Tjandra mengajak masyarakat tidak cepat mengambil kesimpulan sebelum ada data ilmiah yang jelas.

Kemudian, untuk masyarakat yang mempunyai penyakit kronik pernapasan dan ada obat yang harus rutin dikonsumsi, tetap mengonsumsinya sesuai aturan yang ada.

Selain itu, apabila ada perburukan dan keluhan tambahan semisal serangan asma, maka disarankan segera berkonsultasi ke petugas kesehatan atau setidaknya menggunakan obat yang memang sudah dianjurkan untuk mengatasi perburukan keluhan.

Lalu, dengan sedang adanya polutan di udara maka orang-orang tidak menambah polusi lain masuk ke paru dan saluran napas.

"Seperti janganlah merokok dan jangan membakar, serta upayakan jangan melakukan kegiatan yang menambah polusi udara di sekitar kita," kata Tjandra.

Sementara itu, sebagai saran pada Pemerintah, Tjandra menekankan pentingnya identifikasi secara lebih jelas tentang apa saja yang menjadi penyebab polusi udara sekarang ini dan melakukan tindakan nyata di lapangan untuk mengatasi penyebabnya.

"Kemacetan lalu lintas tentu punya peran amat penting, dan perlu penanganan segera," demikian kata dia.

Polusi udara khususya di Jakarta menjadi masalah selama beberapa waktu terakhir dan sejumlah wilayah di Jakarta tercatat masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.