Waspada Polusi Udara Jadi Pembunuh Diam-Diam, Terdapat 7 Juta Kematian Per Tahun di Dunia

AKURAT.CO - Dokter Spesialis Anak RSCM, dr. Darmawan Budi Setyanto, SpA(K) menyebut bahwa polusi udara menjadi penyebab diam-diam 7 juta kematian setiap tahun di dunia.
Sedangkan, setiap tahunnya 2,2 juta orang meninggal karena respirasi polusi.
Hal itu diungkapkan dr. Darmawan dalam seminar "Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan Anak" yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara daring pada Jumat (18/08).
Baca Juga: Transjakarta Bakal Berlakukan Pangkat untuk Sopir, Jika Kecelakaan Sanksi Turun Pangkat
"Polusi udara merupakan pembunuh nyata yang diam-diam sebabkan 7 juta kematian, stroke jantung respirasi asma paru dan bisa sampai kanker," kata dr. Darmawan dikutip, Sabtu (19/08).
"Tiap tahun 2,2 juga orang meninggal belum waktunya karena penyakit respirasi polusi," sambungnya.
dr. Darmawan menerangkan, anak-anak lebih rentan terkena dampak polusi udara karena aspek fisiologi.
Baca Juga: 8 Tips Mencegah Karang Gigi, Kurangi Makanan Manis hingga Benang Gigi
"Polusi udara di dunia sebabkan gangguan negatif baik kesehatan, kesejahteraan, anak lebih rentan karena secara fisiologi mereka nafas mereka laju nafas yang lebih besar sehingga udara yang dihirudihir lebih banyak," terangnya.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirasi IDAI tersebut memaparkan dampak polusi udara menyerang organ dalam maupun luar manusia, serta memicu berbagai penyakit.
"Jadi dampak polusi ini di seluruh organ, kulit cepat tua, penyakit respirasi, gangguan darah, jantung, otak, dan kelahiran prematur, turunkan kesuburan, dan tingkatkan kesakitan," papar dr. Darmawan.
Baca Juga: Patroli Siber, Polisi Tangkap 2 Pelaku Eksploitasi Anak di Bawah Umur
Pada anak-anak, kata dr. Darmawan, polusi ini bisa menjadi pemicu stunting bahkan menyebabkan gangguan syaraf.
"Pada anak-anak polusi turut sumbang stunting pada anak. Meningkatkan resiko dan pneumonia, serta bisa ganggu syaraf bahkan bisa gangguan motorik mental dan tingkah laku pada anak," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




