DLH Ungkap Kendala Ketersediaan Water Mist Generator

AKURAT.CO - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyebut bahwa penggunaan water mist cukup efektif mengatasi polusi udara di ibukota.
Namun, hingga saat ini jumlah water mist generator masih terbatas karena beberapa faktor, di antaranya Sumber Daya Manusia (SDM).
"Kita lihat ini (water mist) cukup efektif, tapi itu tadi lebih banyak kendalanya dalam proses produksi (alat)," kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LH DKI Jakarta, Erni Pelita Fitratunnisa, Jumat (08/09).
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Pengangsaan dari Angsa dan Pengrajin Perunggu
"Kenapa (terkendala)? Selain dari SDM, juga bahan bakunya, yang membuat ini jadi masih sangat terbatas," tambahnya.
Wanita yang akrab disapa Fitri itu menuturkan, berdasarkan uji coba pemasangan dua water mist di area Balai Kota, tepatnya di Blok G dan Blok H, ini terbukti menurunkan polusi udara di sekitar area tersebut.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta mulai mengoperasikan water mist generator di gedung perkantoran yang ada di Balai kota, Jumat (01/08).
Baca Juga: Wanita Paruh Baya Tewas Ditusuk Pria saat Tidur di Tangerang
Lebih lanjut, Fitri memaparkan adanya penurunan PM 2,5 itu sama dengan hasil uji coba pertama di Gedung Pertama.
"Jadi kalau mau lihat hasil saya gak bawa datanya, tapi saya dapet dari Bu Ambar Kepala LLHD (Labolatorium Lingkungan Hidup Daerah) ada penurunan untuk PM 2,5 terhitung dari tanggal 1 sampai 4 September. Saya belum dapat lagi data dari tanggal 5 sampai 8, hari ini," ungkapnya.
"Tapi yang pasti ada penurunan untuk PM 2,5 ini sama seperti uji coba di Gedung Pertamina. Dan setelah turun ada penurunan, itu gak naik-naik lagi," tambah Fitri.
Ia menerangkan, agar dapat menekan polusi udara lebih maksimal, idealnya jumlah water mist harus lebih dari empat dan dilakukan secara serentak di sejumlah gedung.
Akan tetapi, hal itu belum bisa dilakukan mengingat beberapa faktor, terutama ketersediaan alat yang masih terbatas.
"Jadi memang idealnya, harusnya itu empat sampai lebih lah punya water mist. Tapi sekali lagi (peneliti BRIN) penemu water ini punya keterbatasan dalam memproduksi," ujar Fitri.
"Sehingga supaya semuanya rata gedung-gedung di DKI rata melakukan hal yang sama di jam yang sama, itu bisa secara kumulasi menurunkan pencemaran udara," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Paderborn vs Stuttgart di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Home Deluxe Arena
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



