Arab Saudi Larang Jamaah Do’akan Palestina di Makkah dan Madinah, Membawa Bendera atau Mengenakan Syal Keffiyeh, Kenapa?

AKURAT JAKARTA - Arab Saudi mengeluarkan larangan bagi jamaah umroh membawa atribut seperti bendera, syal keffiyeh, ataupun penutup kepala bercirikan bendera Palestina.
Tak hanya itu. Di saat umat Islam di dunia mendo'akan Palestina, Arab Saudi juga melarang jamaah berdo'a untuk Palestina di Manjidil Haram - Makkah, maupun di Masjid Nabawi - Madinah.
Aturan itu tak main-main. Bagi yang ketahuan melanggar, bakal dikenai sanksi atau ditahan.
Buktinya, baru-baru ini otoritas Arab Saudi menahan sejumlah jamaah yang mengenakan syal keffiyeh atau penutup kepala tradisional Palestina.
Baca Juga: Heru Budi Beri Alasan Kenapa Kenaikan UMP DKI Jakarta 2024 Hanya 3,38 Persen, Begini Katanya...
Mereka juga menahan beberapa jamaah yang kedapatan mendoakan rakyat Palestina di dua Kota Suci, yaitu di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah.
Dilansir dari Middle East Eye, seorang aktor dan presenter asal Inggris, Islah Abdur Rahman, mengaku ditangkap petugas keamanan Masjidil Haram karena mengenakan keffiyeh dan syal yang menjadi simbol perlawanan Palestina, saat tengah menunaikan ibadah umroh akhir Oktober lalu.
Seorang pria Aljazair juga membagikan pengalaman serupa di media sosial. Ia ditahan selama enam jam, karena kedapatan mendoakan rakyat Palestina di Masjid Nabawi Madinah.
Sejumlah jamaah lain, termasuk jamaah perempuan asal Indonesia, juga disebut ditahan karena mengenakan jilbab berbendera Palestina.
Baca Juga: Konser Gratis Anggi Marito Awal Desember di Kelapa Gading, Intip Jadwalnya di Sini
Padahal, sejak Israel melancarkan agresi militer di Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, publik di seluruh dunia banyak yang memberikan dukungan kepada Palestina.
Dukungan diberikan dengan berbagai macam bentuk, mulai dari demonstrasi, pengibaran bendera Palestina, karya seni hingga seruan boikot produk pro Israel.
Lalu kenapa, Arab Saudi yang merupakan 'pusat' umat Islam, justru melarang simbol-simbol yang terkait dengan dukungan ke Palestina?
Karena Arab Saudi menilai, konflik di jalur Gaza merupakan konflik politik. Tidak terkait dengan masalah agama.
Dan, Arab Saudi ingin membebaskan tempat-tempat ibadah dari simbol-simbol politik, termasuk dukungan terhadap suatu negara, maupun kelompok tertentu yang terkait dengan konflik politik.
Kepala urusan agama Arab Saudi, Abdul Rahman al-Sudais, menyarankan agar masyarakat tidak ikut campur atau terlibat dalam apa yang terjadi di Gaza.
Dia mengatakan, jika ingin membela Palestina, masyarakat Arab bisa mendoakan mereka. Tidak perlu melakukan kumpul-kumpul massa atau dengan menunjukkan simbol-simbol Palestina.
"Anda melihat apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina, apa lagi yang harus kita lakukan terhadap mereka selain mendoakan mereka," ujarnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







