Jakarta

Arab Saudi Larang Jamaah Do’akan Palestina di Makkah dan Madinah, Membawa Bendera atau Mengenakan Syal Keffiyeh, Kenapa?

Sastra Yudha | 21 November 2023, 22:17 WIB
Arab Saudi Larang Jamaah Do’akan Palestina di Makkah dan Madinah, Membawa Bendera atau Mengenakan Syal Keffiyeh, Kenapa?

AKURAT JAKARTA - Arab Saudi mengeluarkan larangan bagi jamaah umroh membawa atribut seperti bendera, syal keffiyeh, ataupun penutup kepala bercirikan bendera Palestina.

Tak hanya itu. Di saat umat Islam di dunia mendo'akan Palestina, Arab Saudi juga melarang jamaah berdo'a untuk Palestina di Manjidil Haram - Makkah, maupun di Masjid Nabawi - Madinah.

Aturan itu tak main-main. Bagi yang ketahuan melanggar, bakal dikenai sanksi atau ditahan.

Buktinya, baru-baru ini otoritas Arab Saudi menahan sejumlah jamaah yang mengenakan syal keffiyeh atau penutup kepala tradisional Palestina.

Baca Juga: Heru Budi Beri Alasan Kenapa Kenaikan UMP DKI Jakarta 2024 Hanya 3,38 Persen, Begini Katanya...

Mereka juga menahan beberapa jamaah yang kedapatan mendoakan rakyat Palestina di dua Kota Suci, yaitu di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah.

Dilansir dari Middle East Eye, seorang aktor dan presenter asal Inggris, Islah Abdur Rahman, mengaku ditangkap petugas keamanan Masjidil Haram karena mengenakan keffiyeh dan syal yang menjadi simbol perlawanan Palestina, saat tengah menunaikan ibadah umroh akhir Oktober lalu.

Seorang pria Aljazair juga membagikan pengalaman serupa di media sosial. Ia ditahan selama enam jam, karena kedapatan mendoakan rakyat Palestina di Masjid Nabawi Madinah.

Sejumlah jamaah lain, termasuk jamaah perempuan asal Indonesia, juga disebut ditahan karena mengenakan jilbab berbendera Palestina.

Baca Juga: Konser Gratis Anggi Marito Awal Desember di Kelapa Gading, Intip Jadwalnya di Sini

Padahal, sejak Israel melancarkan agresi militer di Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, publik di seluruh dunia banyak yang memberikan dukungan kepada Palestina.

Dukungan diberikan dengan berbagai macam bentuk, mulai dari demonstrasi, pengibaran bendera Palestina, karya seni hingga seruan boikot produk pro Israel.

Lalu kenapa, Arab Saudi yang merupakan 'pusat' umat Islam, justru melarang simbol-simbol yang terkait dengan dukungan ke Palestina?

Karena Arab Saudi menilai, konflik di jalur Gaza merupakan konflik politik. Tidak terkait dengan masalah agama.

Dan, Arab Saudi ingin membebaskan tempat-tempat ibadah dari simbol-simbol politik, termasuk dukungan terhadap suatu negara, maupun kelompok tertentu yang terkait dengan konflik politik.

Baca Juga: Catat! Ini 8 Bahaya Bagi Kesehatan Tubuh, Jika Terlalu Banyak Minum Kopi, dari Insomnia hingga Gangguan Mental

Kepala urusan agama Arab Saudi, Abdul Rahman al-Sudais, menyarankan agar masyarakat tidak ikut campur atau terlibat dalam apa yang terjadi di Gaza.

Dia mengatakan, jika ingin membela Palestina, masyarakat Arab bisa mendoakan mereka. Tidak perlu melakukan kumpul-kumpul massa atau dengan menunjukkan simbol-simbol Palestina.

"Anda melihat apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina, apa lagi yang harus kita lakukan terhadap mereka selain mendoakan mereka," ujarnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.