Tentara Israel Kena Adzab Allah, Diserang Wabah Penyakit Mematikan di Jalur Gaza, Begini Kondisinya

AKURAT JAKARTA - Allah telah menurunkan adzab kepada tentara zionis Israel yang menyerang kawasan Jalur Gaza, Palestina. Mereka tiba-tiba diserang wabah penyakit pencernaan yang mematikan.
Penyakit yang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya itu, mengakibatkan ratusan tentara Israel mengalami demam tinggi, perut sakit melilit seperti dipelintir ususnya, dan diare hebat.
Wabah penyakit pencernaan dan keracunan ini menyerang tentara-tentara Israel yang diterjunkan di bagian selatan negara itu, khususnya yang dikerahkan ke Jalur Gaza.
Baca Juga: Konser Gratis 'Bongkaaar! Panggung Rakyat 2023' Memeriahkan GBK, Ada Pas Band dan Tony Q
Kepala Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Universitas Assuta Ashdod Israel, Dr Tal Bros, menyebut bahwa penyakit pencernaan, diare parah dan demam tinggi yang menyerang tentara Israel ini termasuk penyakit yang mematikan.
"Kami mendiagnosis infeksi bakteri Shigella yang menyebabkan disentri, penyakit sangat berbahaya yang telah menyebar di kalangan petempur di Gaza, dan cukup mematikan," ucapnya seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (8/12/2023).
"Jika infeksi menyebar di antara 10 tentara dalam satu kompi infanteri, dan mereka mengalami demam setelah suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius, dan mereka mulai mengalami diare setiap 20 menit, maka mereka tidak sehat lagi untuk berperang dan mereka membuat diri mereka terkena risiko kematian," tambahnya.
Sementara surat kabar Yediot Ahronoth melaporkan, wabah penyakit yang menyerang tentara Israel ini diduga disebabkan oleh kondisi penyimpanan makanan yang buruk, ditambah penyaluran dan persiapan yang tidak maksimal.
Disebutkan, sejak awal perang berkecamuk antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, banyak restoran, jaringan pemasok makanan, dan individu-individu menyumbangkan makanan kepada para tentara Israel.
"Diare telah menyebar di kalangan tentara di wilayah selatan (Israel), di berbagai wilayah konsentrasi, dan kemudian menyebar di antara tentara-tentara yang berperang di Gaza," tuturnya.
Disebutkan juga bahwa mewabahnya penyakit pencernaan ini berdampak pada kondisi para tentara Israel dalam pelaksanaan operasi tempur. Banyak dari mereka yang ditarik mundur karena kondisi kesehatannya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





