Jakarta

Tentara Israel Kena Adzab Allah, Diserang Wabah Penyakit Mematikan di Jalur Gaza, Begini Kondisinya

Sastra Yudha | 8 Desember 2023, 13:31 WIB
Tentara Israel Kena Adzab Allah, Diserang Wabah Penyakit Mematikan di Jalur Gaza, Begini Kondisinya

AKURAT JAKARTA - Allah telah menurunkan adzab kepada tentara zionis Israel yang menyerang kawasan Jalur Gaza, Palestina. Mereka tiba-tiba diserang wabah penyakit pencernaan yang mematikan.

Penyakit yang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya itu, mengakibatkan ratusan tentara Israel mengalami demam tinggi, perut sakit melilit seperti dipelintir ususnya, dan diare hebat.

Wabah penyakit pencernaan dan keracunan ini menyerang tentara-tentara Israel yang diterjunkan di bagian selatan negara itu, khususnya yang dikerahkan ke Jalur Gaza.

Baca Juga: Konser Gratis 'Bongkaaar! Panggung Rakyat 2023' Memeriahkan GBK, Ada Pas Band dan Tony Q

Kepala Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Universitas Assuta Ashdod Israel, Dr Tal Bros, menyebut bahwa penyakit pencernaan, diare parah dan demam tinggi yang menyerang tentara Israel ini termasuk penyakit yang mematikan.

"Kami mendiagnosis infeksi bakteri Shigella yang menyebabkan disentri, penyakit sangat berbahaya yang telah menyebar di kalangan petempur di Gaza, dan cukup mematikan," ucapnya seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (8/12/2023).

"Jika infeksi menyebar di antara 10 tentara dalam satu kompi infanteri, dan mereka mengalami demam setelah suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius, dan mereka mulai mengalami diare setiap 20 menit, maka mereka tidak sehat lagi untuk berperang dan mereka membuat diri mereka terkena risiko kematian," tambahnya.

Sementara surat kabar Yediot Ahronoth melaporkan, wabah penyakit yang menyerang tentara Israel ini diduga disebabkan oleh kondisi penyimpanan makanan yang buruk, ditambah penyaluran dan persiapan yang tidak maksimal.

Baca Juga: Profil Judistira Hermawan Caleg Golkar untuk Dapil 4 DPRD DKI Jakarta, Siap Tingkatkan Layanan Kesehatan, Infrastruktur, hingga Lapangan Kerja

Disebutkan, sejak awal perang berkecamuk antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, banyak restoran, jaringan pemasok makanan, dan individu-individu menyumbangkan makanan kepada para tentara Israel.

"Diare telah menyebar di kalangan tentara di wilayah selatan (Israel), di berbagai wilayah konsentrasi, dan kemudian menyebar di antara tentara-tentara yang berperang di Gaza," tuturnya.

Disebutkan juga bahwa mewabahnya penyakit pencernaan ini berdampak pada kondisi para tentara Israel dalam pelaksanaan operasi tempur. Banyak dari mereka yang ditarik mundur karena kondisi kesehatannya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.