Update Rabu 9 Oktober 2024, Kualitas Udara di Jakarta Masih Tak Sehat

AKURAT JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta masih menjadi perhatian serius, terutama dengan data terbaru yang menunjukkan kondisi tidak sehat di beberapa wilayah.
Berdasarkan laporan dari IQAir pada Rabu, 9 Oktober pagi, Jakarta menduduki peringkat keenam sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Tingginya konsentrasi polutan udara, khususnya PM2.5, telah menyebabkan peningkatan risiko kesehatan bagi warga, terutama kelompok yang lebih rentan.
Pemerintah terus berupaya memperbaiki pemantauan kualitas udara melalui platform digital, namun masyarakat tetap perlu waspada dan melindungi diri dari dampak buruk polusi.
Pada pukul 05.12 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 154, yang menempatkan ibu kota di posisi ke-6 dalam daftar kota dengan polusi udara terburuk di dunia.
Angka AQI tersebut mengindikasikan bahwa udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif.
Polutan utama yang diukur adalah PM2.5, dengan konsentrasi 50,4 mikrogram per meter kubik. Kualitas udara pada level ini dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan yang sensitif, serta berpotensi merusak tumbuhan dan estetika lingkungan.
Imbauan Kesehatan
Masyarakat Jakarta diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, terutama dengan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan.
Paparan terhadap udara yang tidak sehat dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki masalah pernapasan atau penyakit kronis.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Warga Kabupaten Tangerang, Pasangan MADANI Janji Akan Perbanyak Perpustakaan
Kategori Kualitas Udara
Sistem pengukuran AQI memberikan klasifikasi yang jelas mengenai dampak kualitas udara pada kesehatan. Rentang kategori antara lain:
Baik (PM2.5: 0-50): Tidak memberikan dampak pada kesehatan manusia atau hewan.
Sedang (PM2.5: 51-100): Tidak berdampak signifikan pada manusia, tetapi bisa mempengaruhi tumbuhan sensitif.
Tidak Sehat (PM2.5: 101-200): Berbahaya bagi kelompok sensitif.
Sangat Tidak Sehat (PM2.5: 200-299): Berisiko bagi sejumlah populasi yang terpapar.
Berbahaya (PM2.5: 300-500): Secara umum dapat menyebabkan dampak kesehatan serius pada populasi.
Peringkat Kota dengan Kualitas Udara Terburuk
Selain Jakarta, beberapa kota lain juga mencatatkan kualitas udara yang buruk pada hari yang sama.
Baghdad, Iraq, berada di posisi pertama dengan AQI 220, diikuti Hanoi, Vietnam (202), Delhi, India (177), Mumbai, India (157), dan Tashkent, Uzbekistan (157).
Upaya Pemantauan Terintegrasi di Jakarta
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi.
Platform ini didukung oleh 31 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Data yang dihasilkan oleh SPKU diintegrasikan dengan data dari BMKG, World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies.
Platform ini merupakan bagian dari upaya penyempurnaan sistem pemantauan yang telah ada, dengan mengikuti standar yang berlaku secara nasional.
Dengan adanya platform ini, masyarakat dapat memantau kualitas udara di sekitar mereka secara real-time dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



