Pembangunan Keluarga Berkualitas, DPPKB Kabupaten Tangerang Gelar Bimbingan Perkawinan Mandiri Bagi Puluhan Catin di KUA Pasar Kemis

AKURAT JAKARTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB Kabupaten Tangerang) terus memperkuat upaya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin (catin).
Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas di wilayah Kabupaten Tangerang.
Upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasar Kemis, pada Selasa (15/09/2026).
Baca Juga: Bukan Mistik, Terjadi Pemandangan Cantik Bulan Temani Bintang Senja
Sebanyak 30 calon pengantin antusias mengikuti jalannya pembekalan, yang menghadirkan narasumber ahli dari DPPKB Kabupaten Tangerang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Mereka diberikan edukasi komprehensif mengenai berbagai aspek krusial kehidupan berkeluarga, mulai dari kesiapan mental dan emosional, komunikasi dalam rumah tangga, perencanaan kehidupan keluarga, hingga pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan setelah pernikahan.
Kesiapan Menikah Lebih dari Sekadar Administrasi
Pemateri dari DPPKB Kabupaten Tangerang, Nia Kurnia, menyampaikan bahwa kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi maupun pelaksanaan prosesi akad nikah semata.
Lebih dari itu, esensi pernikahan adalah kesiapan matang dari pasangan dalam menjalani dinamika kehidupan rumah tangga setelahnya.
Menurut Nia, calon pengantin wajib memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup agar mampu membangun keluarga yang harmonis, mandiri, sehat, serta memiliki perencanaan masa depan yang tertata dengan baik.
“Calon pengantin perlu memahami bagaimana membangun komunikasi yang sehat, merencanakan kehidupan keluarga, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri menjadi orang tua yang bertanggung jawab,” ujar Nia.
Putus Rantai Stunting Sejak Sebelum Pernikahan
Selain kesiapan mental, Nia Kurnia juga memberikan penekanan khusus kepada para calon pengantin mengenai pentingnya pencegahan stunting.
Ia mengingatkan bahwa edukasi stunting harus ditanamkan kuat-kuat bahkan sebelum janin ada, yakni sejak masa sebelum pernikahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 3Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Kabar Gembira! BSU Rp 900 Ribu untuk Pekerja Cair November-Desember 2026, Ini Syarat Lengkapnya
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



