Seragam Kelulusan Siswa di Papua Viral karena Simbol Bintang Kejora Tuai Reaksi Warganet

AKURAT JAKARTA - Aksi siswa-siswi SMA Negeri 1 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan publik setelah momen kelulusan mereka viral di media sosial.
Bukan sekadar coret-coret seragam seperti tradisi umum kelulusan di berbagai wilayah Indonesia, para siswa ini mencoret seragam mereka dengan simbol bintang kejora—ikon yang kerap dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Peristiwa ini menimbulkan beragam reaksi dari warganet dan mencuatkan kembali diskusi soal identitas dan pendidikan di Papua.
Baca Juga: Gigi Hadid dan Bradley Cooper Akhirnya Go Public, Pamer Ciuman Mesra dan Cincin di Jari Manis
Coret seragam saat kelulusan memang menjadi budaya khas di kalangan pelajar Indonesia.
Namun, ketika siswa SMA Negeri 1 Dekai memilih menggambar simbol bintang kejora pada pakaian mereka, makna dari perayaan tersebut pun menjadi lebih kompleks.
Unggahan foto-foto mereka dengan seragam bercorak bintang kejora langsung menyebar luas.
“Siswa siswi SMA Negeri 1 Dekai Kabupaten Yahukimo coret Seragam Bercorak Bendera Bintang Kejora,” tulis akun X @Heraloebss, yang pertama kali membagikan momen tersebut.
Bendera bintang kejora sendiri dikenal sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Papua Barat dan lekat dengan identitas OPM, organisasi yang berdiri sejak tahun 1965 dan memiliki tujuan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal ini memicu pertanyaan dari sejumlah pihak, terutama mengenai sejauh mana kurikulum pendidikan di Papua telah menyentuh aspek kebangsaan dan nasionalisme.
"Apakah di tanah Papua Kurikulum Pendidikan berjalan dng baik dan benar? monitor Kemdikdasmen," tulis seorang pengguna X lainnya.
Namun di sisi lain, tak sedikit pula warganet yang membela aksi siswa-siswi tersebut, dengan menegaskan bahwa bintang kejora adalah bagian dari simbol budaya Papua, bukan semata milik OPM.
"Setiap daerah punya lambang bendera daerahnya, Bendera Bintang Kejora tdk identik dgn OPM tapi identik dgn Papua," ujar akun X @Capitalisborju.
Baca Juga: Rinjani Kembali Menelan Korban, Turis Malaysia Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 80 Meter
Isu ini juga turut menyeret perdebatan mengenai prioritas pembangunan di Papua.
Beberapa warga menyatakan bahwa alih-alih program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerataan dan kualitas pendidikan seharusnya menjadi perhatian utama.
Hal inilah yang sebelumnya memicu aksi demonstrasi masyarakat Papua yang menuntut pendidikan gratis sebagai hak dasar anak-anak di wilayah mereka.
(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




