Donald Trump Tuai Kontroversi Usai Bercanda Posting Foto Diri Sebagai Paus, Sebut Ingin Jadi Pengganti

AKURAT JAKARTA - Donald Trump kembali menjadi pusat kontroversi setelah membagikan gambar dirinya yang mengenakan atribut Paus melalui platform miliknya, Truth Social.
Unggahan tersebut menggemparkan publik karena memperlihatkan Donald Trump dalam balutan pakaian Paus, lengkap dengan jubah putih, salib emas besar, dan topi miter khas pemimpin tertinggi Gereja Katolik.
Postingan ini muncul hanya beberapa hari sebelum konklaf dimulai untuk memilih penerus mendiang Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.
Baca Juga: Hati-hati! Banjir Tergenang di 6 RT dan 1 Ruas Jalan Jaksel, Berikut Wilayah yang Terdampak!
Konten tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Meski bersifat digital, gambar itu memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama dari komunitas Katolik.
Banyak yang menganggap unggahan itu tidak pantas, mengingat suasana duka atas wafatnya Paus Fransiskus masih sangat terasa.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Pembinaan Pelajar di Markas TNI Bantu Pelajar Lebih Disiplin
Bahkan, Trump sempat bercanda bahwa ia ingin menjadi Paus, sebuah pernyataan yang dianggap sensitif di tengah proses pemilihan pemimpin baru Gereja Katolik dunia.
Ketika ditanya media tentang sosok yang menurutnya pantas menggantikan Paus Fransiskus, Trump menjawab, "Saya ingin menjadi Paus. Itu pilihan utama saya."
Walau mengaku tidak punya kandidat khusus, Trump sempat menyebut seorang kardinal di New York yang ia nilai sangat baik, diduga mengacu pada Uskup Agung Timothy Dolan, tokoh konservatif yang kerap menentang aborsi.
Respons keras segera datang dari Konferensi Katolik Negara Bagian New York.
Dalam pernyataan terbuka mereka melalui platform X, mereka menyebut, “Tidak ada yang lucu atau pantas dari gambar ini, Tuan Presiden. Kami baru saja menguburkan Paus Fransiskus tercinta dan para kardinal akan memasuki konklaf suci untuk memilih penerusnya. Tolong jangan mempermainkan kami.”
Berbagai tokoh juga ikut bereaksi.
Kelompok Katolik konservatif anti-Trump menyebut unggahan itu sebagai "penghinaan terang-terangan" terhadap ajaran dan simbol keagamaan.
Media The Hill melaporkan bahwa kemarahan publik langsung terlihat dari banyaknya kecaman yang membanjiri media sosial.
Pihak Vatikan memilih tidak berkomentar langsung.
Baca Juga: BGN Perketat Distribusi Makan Bergizi Gratis Demi Cegah Keracunan
Juru bicara Matteo Bruni menolak menjawab pertanyaan soal gambar tersebut saat konferensi pers terkait konklaf.
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, turut menyuarakan keberatannya, “Ini adalah visual yang menyakiti hati umat beriman dan merendahkan institusi keagamaan,” tulisnya di akun X miliknya.
Hingga kini, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak Trump mengenai tujuan dari unggahan tersebut, meskipun banyak pihak mendesak permintaan maaf secara terbuka.
(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Irlandia vs Austria di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Kemenangan
- 2Prediksi Skor Wales vs Norwegia di UNL, 2 Oktober 2026: Mampukah The Dragons Bangkit di Cardiff?
- 3Prediksi Skor Eritrea vs Afrika Selatan di Kualifikasi Piala Afrika 2027, 30 September 2026: Duel Pemuncak Grup D di Cairo
- 4Prediksi Skor Jerman vs Serbia di UNL, 2 Oktober 2026: Misi Bangkit Die Mannschaft di Munich
- 5Prediksi Skor Yunani vs Belanda di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Sengit di Toumba
- 6Prediksi Skor Denmark vs Portugal di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Start Berbeda
- 7Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 8Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





