Jakarta

Terbukti Efektif Turunkan Stunting, Pemkab Tangerang Genjot Gerakan Ibu Hamil Sehat dan Gerebek Posyandu 2025

Sastra Yudha | 27 Juni 2025, 15:42 WIB
Terbukti Efektif Turunkan Stunting, Pemkab Tangerang Genjot Gerakan Ibu Hamil Sehat dan Gerebek Posyandu 2025

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka stunting.

Salah satu langkah nyata adalah melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat dan Penanganan Balita Bermasalah Gizi.

Keduanya merupakan kelanjutan dari program Gerebek Posyandu yang telah berlangsung sejak bulan Mei 2025 lalu.

Baca Juga: Dishub DKI Jakarta Kurangi Jumlah Ruas Jalan Dijadikan Parkir On Street dari 440 Jadi 244 Titik, Ini Alasannya!

Bupati Tangerang, H Moch Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa kesehatan ibu dan anak adalah fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang.

“Dalam mewujudkan kesehatan berkualitas di Kabupaten Tangerang, salah satu fondasi utamanya adalah memastikan kesehatan ibu dan anak," katanya saat membuka Gerakan Ibu Hamil Sehat di Aula Kecamatan Gunung Kaler, pada Kamis (26/6/2025).

Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menekankan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan sebagai masa krusial yang menentukan kualitas generasi masa depan.

"Perlu kita sadari bersama bahwa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang menentukan masa depan anak,” tegas Bupati.

Rudi Maesyal menjelaskan, percepatan penurunan angka stunting telah menjadi program prioritas utama pemerintah daerah Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Jakarta International Marathon atau JAKIM 2025 Digelar Minggu Akhir Pekan Ini, Gubernur Pramono Pastikan Tidak Ganggu Lalu Lintas Sekitar

Melalui program Gerakan Menimbang Balita Setiap Bulan, Pemkab Tangerang terus memantau status gizi balita secara berkala agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Menurut Bupati Maesyal, pelaksanaan Gerebek Posyandu yang telah dilakukan dua tahun berturut-turut, yakni Juni 2024 dan Mei 2025, telah menunjukkan hasil yang signifikan.

Angka stunting di Kabupaten Tangerang berhasil diturunkan dari 7,7% pada tahun 2024 menjadi 7,3% di tahun 2025.

“Penurunan angka ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor serta peran aktif masyarakat sangat berpengaruh dalam percepatan penanganan stunting," tegasnya.

Bupati Maesyal mengapresiasi TPPS, para Kepala OPD, TP PKK, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama secara serius dalam menangani masalah stunting.

Bupati berharap sinergi seluruh pihak tidak berhenti sampai di sini aja. Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintahan untuk terus bergerak bersama membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Jangan Lupa! Konser Gratis Putri Ariani Malam Ini di Jakarta, Catat Lokasi dan Waktunya di Sini

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Ahmad Muchlis, menjelaskan bahwa Gerakan Ibu Hamil Sehat adalah langkah promotif dan preventif.

Gerakan ini untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan optimal, edukasi gizi, dan dukungan lingkungan yang memadai.

“Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, pemberian tablet tambah darah, olahraga, konsumsi makanan bergizi, hingga dukungan keluarga," katanya.

"Ini merupakan upaya pencegahan stunting sejak dini, bahkan sebelum bayi dilahirkan,” tambah Muchlis.

Dalam pelaksanaan Gerebek Posyandu selama Mei 2025, tercatat 207.791 balita telah ditimbang dan diukur di 2.352 Posyandu.

Dari jumlah tersebut, ditemukan 15.175 balita (7,3%) mengalami stunting.

Selain itu, 27.202 ibu hamil juga diperiksa, dengan hasil 2,35% mengalami anemia dan 10,28% mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Seluruh temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan intervensi, seperti kelas ibu hamil, pemberian makanan tambahan, dan pemeriksaan balita oleh dokter.

Baca Juga: Jangan Lupa! Konser Gratis Putri Ariani Malam Ini di Jakarta, Catat Lokasi dan Waktunya di Sini

"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Perikanan untuk menyediakan pangan olahan berbahan ikan,” imbuhnya.

Program intervensi ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor melalui Tim Gebrak Tegas (Gerakan Bersama Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Cegah Stunting), yang melibatkan kepala OPD sebagai liaison officer (LO) di setiap kecamatan. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.