Pemkab Tangerang Terapkan 7 Langkah Konkret Tekan Angka Kemiskinan, Pengembangan Usaha Mikro hingga Ekonomi Digital

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen penuh untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Tangerang akan menerapkan tujuh langkah konkret.
Inisiatif ini meliputi peningkatan pendidikan, perluasan lapangan kerja, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Industri Kecil, dan Ekonomi Digital.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang, jumlah penduduk miskin pada tahun 2024 mencapai 266.430 jiwa.
Angka ini setara dengan 6,55% dari total penduduk Kabupaten Tangerang yang berjumlah sekitar 3,4 juta jiwa lebih.
"Hal ini terbilang menurun dibandingkan tahun 2023 lalu, yang mencapai 276.330 atau 6,93% jiwa," kata Intan Nurul Hikmah kepada media, Selasa (1/7/2025).
Menurut Intan, berbagai faktor menjadi penyebab tingginya jumlah masyarakat yang masuk kategori miskin di Kabupaten Tangerang. Salah satunya adalah krisis ekonomi global yang menyebabkan banyak perusahaan atau industri di wilayah tersebut gulung tikar, berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
"Selain itu, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah urban. Di mana, banyak masyarakat luar daerah yang ekonominya rendah, masuk ke Kabupaten Tangerang untuk mencari pekerjaan," ujar wanita yang akrab disapa Teh Intan ini.
Intan menambahkan, secara persentase, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang dari tahun 2023 ke 2024 merupakan yang terbesar di Provinsi Banten, dengan gap mencapai 0,38%.
"Biasanya rata-rata 0,0 sekian," katanya.
Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Minta Disdik DKI Matangkan Sistem Zona Layanan Satuan Pendidikan
Teh Intan menegaskan, bersama Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, ia berjanji akan terus berupaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang hingga mencapai target zero kemiskinan. Upaya ini akan dilakukan melalui beberapa cara, di antaranya:
Perluasan dan peningkatan pendidikan, pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri lokal dan peningkatan infrastruktur di wilayah tertinggal.
Juga perluasan lapangan kerja melalui pengembangan sektor UMKM, industri kecil, dan ekonomi digital. Perbaikan sistem pendistribusian bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
"Upaya ini sudah dirangkum dalam program unggulan pada RPJMD 2025-2029," tukas Intan.
Terpisah, Kepala BPS Kabupaten Tangerang, Husin Maulana, menjelaskan bahwa patokan pendapatan untuk mengkategorikan masyarakat miskin di Indonesia berbeda-beda di setiap wilayah.
Penghitungan kemiskinan terbagi menjadi dua, yaitu perorangan dan keluarga (terdiri dari 4 hingga 5 anggota).
"Kalau garis kemiskinan keluarga di DKI Jakarta, dengan pendapatan Rp 4.238.886 juta (per bulan), dan anggota keluarga 4 hingga 5 orang, itu masuk dalam kategori keluarga miskin. Lalu, di NTT dengan penghasilan Rp 3,1 juta (per bulan) masuk kategori miskin," katanya.
Di Kabupaten Tangerang, jika satu keluarga beranggotakan 4 hingga 5 orang dan hanya memiliki penghasilan Rp 2,5 juta per bulan, maka keluarga tersebut masuk dalam kategori keluarga miskin.
Hal ini berarti setiap individu dalam keluarga tersebut hanya memiliki pendapatan sekitar Rp 600 ribu per bulan atau Rp 20 ribu per hari.
Meski demikian, Husin menekankan bahwa masyarakat dengan penghasilan di atas Rp 2,5 juta tidak serta-merta masuk kategori kaya raya.
Ia menjelaskan bahwa setiap keluarga memiliki kategori masing-masing: miskin, rentan miskin, menuju kelas menengah, kelas menengah, dan terakhir kelas atas (kaya raya).(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 2Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 4Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 8Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




