Jakarta

Buka Seminar Penguatan Pendidikan Karakter, Bupati Maesyal: Gurunya, Sarana Prasarana, dan Kebijakannya Juga Harus Berkualitas!

Sastra Yudha | 25 Juli 2025, 09:29 WIB
Buka Seminar Penguatan Pendidikan Karakter, Bupati Maesyal: Gurunya, Sarana Prasarana, dan Kebijakannya Juga Harus Berkualitas!

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa kualitas pendidikan tak bisa dipisahkan dari kualitas guru, sarana prasarana, serta kebijakan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal saat membuka Seminar Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Dasar, yang digelar di Atria Hotel Gading Serpong, pada Kamis (24/7/2025).

Bupati Maesyal menyampaikan pentingnya kualitas guru, sarana prasarana pendidikan, serta kebijakan yang berpihak untuk kemajuan mutu pendidikan.

Baca Juga: Resmikan Penamaan Stasiun LRT Jakarta Boulevard Utara Summarecon Mall, Pramono Bakal Perbanyak TOD di Jakarta

Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menyebutkan bahwa penguatan pendidikan karakter tidak bisa dipisahkan dari peran guru yang kompeten dan berkarakter.

“Kalau gurunya berkarakter, kompeten, dan memiliki wawasan luas, maka Insya Allah anak didiknya pun akan mengikuti," tegasnya.

Guru yang berkualitas, lanjut Maesyal, menjadi pondasi penting dalam mencetak generasi yang unggul dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Karena itu, mulai tahun ajaran 2025 ini, Pemkab Tangerang mulai menjalankan program sekolah swasta SD-SMP gratis.

Program ini dijalankan secara bertahap, dan akan terus diperluas hingga ke semua jenjang pendidikan dasar, baik negeri maupun swasta.

Pemerintah daerah juga akan menyiapkan alokasi khusus untuk peningkatan kompetensi guru, termasuk melalui pelatihan dan seminar berkelanjutan.

“Kita siapkan tambahan anggaran untuk seminar, bimbingan teknis, hingga peningkatan kapasitas guru-guru baik di sekolah negeri maupun swasta. Karena mutu pendidikan yang baik dimulai dari guru yang baik,” imbuhnya.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Tangerang Gelar Pelatihan Pembukuan Usaha Mikro, Dibuka Oleh Wabup Intan Nurul Hikmah

Terkait infrastruktur pendidikan, Bupati Maesyal menjelaskan bahwa Pemkab Tangerang tengah menjalin komunikasi dengan para pengembang, pihak ketiga, dan dunia usaha untuk bersama-sama berkolaborasi dan mendukung pembangunan sarana sekolah.

"Kita tengah berkoordinasi dengan pihak pengembang, pihak ketiga dan dunia usaha untuk bersama-sama mendukung dan berkolaborasi dalam pembangunan sarana sekolah," ungkapnya.

Bahkan, desain bangunan sekolah juga akan diseragamkan, agar mencerminkan identitas pendidikan Kabupaten Tangerang.

"Ya, nanti design sekolah agar diseragamkan dan mencerminkan identitas pendidikan Kabupaten Tangerang," ungkapnya

Maesyal kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Tangerang menjadi minimal 12 tahun dalam empat tahun ke depan.

“Kita ingin anak-anak kita minimal lulus SMA. Karena itu, melalui berbagai program sekolah gratis, pendidikan karakter, penyetaraan, dan peningkatan kualitas guru, Insya Allah cita-cita ini akan tercapai,” pungkasnya.

Baca Juga: Pasar Kramat Jati Sepi Pengunjung, Legislator Golkar Minta Pemprov DKI Segera Lakukan Revitalisasi

Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Mas Iman Kusnandar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun 8 kajian strategis pendidikan yang terbagi dalam dua paket.

Kajian ini mencakup antara lain penguatan karakter di tingkat dasar, penguatan lembaga nonformal, serta pengembangan pusat latihan pendidikan informal yang dapat menjangkau masyarakat usia dewasa yang putus sekolah.

“Kami sedang menyusun berbagai kajian dan konsep, termasuk bagaimana menjawab tantangan pendidikan karakter dan kesetaraan di tengah perubahan sosial yang cepat," ungkapnya.

"Kami juga akan menjalin kerja sama dengan PKBM dan desa-desa untuk menyasar masyarakat yang belum mendapatkan ijazah pendidikan dasar,” jelas Mas Iman. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.