Jakarta

Ratusan Pengurus Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Tangerang Ikuti Bimtek, Bupati Maesyal: Mari Bangun Ekonomi Desa yang Inklusif dan Berkelanjutan

Sastra Yudha | 1 Agustus 2025, 07:19 WIB
Ratusan Pengurus Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Tangerang Ikuti Bimtek, Bupati Maesyal: Mari Bangun Ekonomi Desa yang Inklusif dan Berkelanjutan

AKURAT JAKARTA - Ratusan pengurus Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Tangerang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bumi Kemah Kitri Bakti Curug, pada Kamis (31/7/2025).

Bimtek yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus dalam memperkuat tata kelola dan pemberdayaan koperasi Merah Putih.

Acara Bimtek pengurus Koperasi Merah Putih ini dibuka langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

Baca Juga: Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tangerang, Bupati Maesyal: Tingkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Keluarga!

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa koperasi merupakan pilar penting dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan dan inklusif.

"Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya kolektif kita untuk memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan dan inklusif di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati.

Saat ini, kata Maesyal, sebanyak 274 koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kabupaten Tangerang dan telah resmi berbadan hukum.

Legalisasi tersebut ditandai dengan diterbitkannya SK pengesahan badan hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM.

"Lebih dari sekedar lembaga ekonomi, koperasi ini nantinya menjadi gerakan rakyat yang menyasar langsung petani, nelayan dan pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Baca Juga: Pernah Diwacanakan Sutiyoso, Gubernur Pramono Sebut Sulit Wujudkan Waterway di Sungai Ciliwung, Ini Alasannya

Namun demikian, lanjut Bupati Maesyal, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh koperasi desa Merah Putih. Seperti aspek kelembagaan, manajerial, dan akses pembiayaan.

Ia menegaskan, Pemkab Tangerang mendukung penuh program strategis nasional yang telah dicanangkan Presiden Prabowo ini, dengan mendorong penguatan tata kelola koperasi yang modern, akuntabel, dan profesional.

"Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional yang telah terbukti mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan," ujar Bupati Maesyal.

Ia juga turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan Bimtek ini.

Ia menekankan bahwa kehadiran berbagai unsur kementerian, lembaga, dan BUMN dalam kegiatan ini membuktikan bahwa pembangunan koperasi bukanlah tanggung jawab satu sektor.

"Pembangunan koperasi bukanlah tanggung jawab satu sektor, melainkan sebuah gerakan kolaborasi dari seluruh elemen pemerintah dan pemangku kepentingan," katanya.

Baca Juga: Anggota Pansus Parkir DPRD DKI Jakarta Andri Santosa Minta Dishub Lakukan Kajian Mendalam Terkait Uji Coba Sistem Parkir Digital

Bupati berharap kegiatan Bimtek ini dapat menjadi sarana penguatan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, pelaporan, hingga pengawasan internal.

"Sehingga koperasi mampu memberi manfaat nyata bagi anggotanya dan masyarakat, serta menjadi pusat kegiatan ekonomi lokal," tegasnya.

Para pengawas koperasi, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadi pelengkap organisasi. Mereka harus menjadi pilar penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas lembaga koperasi.

"Tidak hanya itu, transformasi digital juga perlu dikedepankan agar koperasi tidak tertinggal di era teknologi saat ini," ucapnya.

Baca Juga: Resep Sambal Belalang, Enak dan Sumber Protein Kualitas Tingga

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskum) Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program yang dicanangkan langsung oleh Bupati Tangerang.

Program ini dilaksanakan dalam rangka memberikan bimbingan teknis kepada seluruh pengurus dan pengawas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kabupaten Tangerang.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dimana kita memberikan pembekalan kepada pengurus dan pengawas agar mereka memahami pengelolaan koperasi yang baik," katanya.

Dikatakan Anna, rata-rata koperasi yang didirikan melalui program KDMP dan KKMP ini merupakan koperasi baru dengan pengurus dan pengawas yang juga baru bergabung dalam dunia perkoperasian.

Karena itu, ia berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan para pengurus dan pengawas koperasi, sehingga mereka dapat mengelola koperasi dengan baik demi kesejahteraan anggotanya.

Baca Juga: Bansos HUT RI ke-80 Cair, Sembako, Belanja Gampang dan Dapur Aman Agustus 2025

"Harapannya, kegiatan ini bisa menambahkan ilmu dan kapasitas seluruh pengurus dan pengawas koperasi KDMP dan KKMP, agar mereka bisa mengelola koperasinya secara optimal, sehingga koperasi dapat benar-benar memberikan manfaat dan mensejahterakan anggotanya," pungkasnya.

Narasumber Bimtek berasal dari Kementerian Koperasi, Kementerian Desa dan PDT, Inspektorat Kabupaten Tangerang, Perum Bulog Kabupaten Tangerang, PT Pertamina Patra Niaga, serta jajaran Forkopimda. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.