Direktur Eksekutif IDN: Pertumbuhan Ekonomi Era Prabowo Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas

AKURAT JAKARTA - Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN) Syifak Muhammad Yus menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 yang mencapai 5,12% merupakan cerminan dari kebijakan nyata pemerintah.
Capaian ini, menurutnya, berhasil diwujudkan oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto meskipun belum genap setahun menjabat.
Syifak menanggapi keraguan beberapa pihak terhadap data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
"Saya tidak masuk ke ranah debat kusir antar data. Karena kalau dasarnya tidak percaya pada BPS, lalu minta orang percaya data dia yang lembaganya tidak sekredibel BPS, ya itu kontraproduktif," katanya.
Menurutnya, pencapaian ini didukung oleh program-program pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat, sehingga menciptakan efek domino ekonomi.
Syifak mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu motor penggerak ekonomi lokal. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga menggerakkan ekonomi di tingkat desa.
"Bahan pangan untuk MBG banyak diserap dari petani, diproses oleh dapur lokal di tiap daerah, dan melibatkan tenaga kerja hingga 47 orang per dapur. Ini real redistribusi ekonomi, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," jelas Syifak.
Selain itu, Syifak juga menyoroti kebijakan pemerintah di sektor pertanian dan kelautan yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan nelayan.
Dia menyebut kebijakan pembelian gabah oleh Bulog seharga Rp 6.500 per kilogram telah meningkatkan nilai tukar petani (NTP).
"Ekonomi mereka mulai membaik. Apalagi kita sudah mencapai swasembada beras, dan di sektor kelautan, Indonesia telah berhenti mengimpor garam untuk konsumsi rumah tangga," tambahnya.
Langkah lain seperti penghapusan utang UMKM dan subsidi upah Rp 600.000 per bulan bagi pekerja juga disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah.
Syifak mencatat, kenaikan investasi nasional sebesar 6,99% menunjukkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi. Namun, yang lebih penting, ia menilai adanya pemerataan ekonomi melalui program seperti Koperasi Desa Merah Putih yang menjangkau wilayah terpencil.
Syifak menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang menuduh pemerintah tanpa dasar. Ia menyebut mereka "antek-antek kapitalis" yang terganggu oleh kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil, sejalan dengan prinsip ekonomi Pancasila Pasal 33 UUD 1945. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Stuttgart di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Pertahankan Rekor Sempurna?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

