Jakarta

Masjid Terbesar di BSD City Diresmikan Menteri Agama Bersama Ketum DMI dan Bupati Tangerang, Luasnya 2,2 Hektar dengan Daya Tampung 7000 Jamaah

Sastra Yudha | 31 Agustus 2025, 10:08 WIB
Masjid Terbesar di BSD City Diresmikan Menteri Agama Bersama Ketum DMI dan Bupati Tangerang, Luasnya 2,2 Hektar dengan Daya Tampung 7000 Jamaah

AKURAT JAKARTA - Masjid Raya Baitul Mukhtar, yang merupakan masjid terbesar di Kawasan BSD City, telah diresmikan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, besama Ketum DMI Jusuf Kalla dan Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid.

Masjid tersebut berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektar yang merupakan lahan fasos fasum yang telah diserahkan oleh BSD kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Selanjutnya, masyarakat setempat meminta agar di lokasi fasos-fasum tersebut dibangun sebuah masjid yang mampu menampung kapasitas 7000 jamaah.

Baca Juga: Diserbu Ribuan Orang, Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD Kabupaten Tangerang Resmi Ditutup Menko Pangan Didampingi Bupati Maesyal Rasyid

Peresmian Masjid Raya Baitul Mukhtar yang berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, ini dilaksanakan pada Jumat (29/8/2025)

Peresmian masjid ditandai dengan pemukulan bedug secara bersama-sama, dan Menag RI menandatangani prasasti Masjid Raya Baitul Mukhtar.

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada pihak Sinar Mas Land yang tidak hanya fokus pada pembangunan kawasan modern, namun juga membangun nilai-nilai spiritual dan sosial.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sinar Mas Land melalui Yayasan Muslim Sinar Mas Land," katanya.

Bupati Maesyal menyampaikan, Sinar Mas Land idak hanya berfokus pada pembangunan kawasan modern, tetapi juga menghadirkan masjid megah ini sebagai simbol komitmen terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial.

Baca Juga: Tak Semua Seafood Sehat, 5 Jenis Ini Ternyata Tinggi Kolesterol

Dia mengatakan, pembangunan Masjid Raya Baitul Mukhtar merupakan hasil dari ikhtiar bersama dalam menyeimbangkan pembangunan fisik dan spiritual.

Masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat syiar Islam, pendidikan, serta pemberdayaan umat dan pusat kegiatan sosial lainnya.

"Dengan kapasitas hingga 7.000 jamaah, masjid ini diharapkan mampu menjadi ikon persatuan dan peradaban Islam di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya," katanya.

Bupati Maesyal pun mengajak warga sekitar untuk memakmurkan Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City yang baru diresmikan tersebut.

"Mari kita jadikan masjid ini bukan hanya indah dipandang mata, tetapi juga hidup dengan ibadah, ilmu, dan kegiatan sosial," tandasnya.

Dia menandaskan bahwa semegah apa pun masjid yang dibangun, nilainya tidak akan sempurna apabila tidak dijaga dan dirawat bersama-sama.

Baca Juga: 7 Minuman Alternatif Selain Air Putih yang Bisa Segarkan Tubuh Usai Aktivitas Berat Seperti Demo

Untuk itu, dia juga mengajak agar semua untuk terus meramaikannya dengan shalat berjamaah, pengajian, kajian Al-Quran dan aktivitas kemasyarakatan lainnya yang bermanfaat.

"Alhamdulillah sudah dibangun masjid yang besar yang luas dan ini adalah tempat kita semua. Mari kita ramaikan masjid ini dengan kegiatan keagamaan dan berbagai aktifitas kemasyarakatan lainnya," katanya.

Selanjutnya, dia meminta kepada DKM Masjid Raya Baitul Mukhtar, pengembang, camat dan lurah untuk bersama-sama membangun akses jalan agar masyarakat sekitar juga dapat melakukan ibadah di masjid tersebut.

"Kami sudah bicarakan dengan pihak terkait dan juga dengan masyarakat setempat supaya diberikan akses ada dua akses jalan masuk ke sini supaya masyarakat umum bisa masuk juga untuk menjalankan berbagai kegiatan ibadah di masjid ini," ungkapnya.

Sementara Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar berharap Masjid Raya Baitul Mukhtar menjadi simbol kebersamaan di tengah perbedaan dan memberikan pencerahan bagi semua umat dan masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Pramono Gratiskan Naik Transjakarta dan MRT Jakarta Selama Sepekan, Ini Alasannya

"Saya harapkan masjid ini nanti akan memberikan pencerahan bagi masyarakat setempat karena berdampingan dengan rumah ibadah lain sekaligus menjadi contoh rumah kemanusiaan menjadi simbol kerukunan," ujarnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.