Jakarta

Jumlah Penderita Tuberkulosis di Kabupaten Tangerang Capai 13.625 Kasus, Bupati Maesyal Minta Semua Pihak Kawal Program Desa Siaga TBC

Sastra Yudha | 25 November 2025, 06:35 WIB
Jumlah Penderita Tuberkulosis di Kabupaten Tangerang Capai 13.625 Kasus, Bupati Maesyal Minta Semua Pihak Kawal Program Desa Siaga TBC

AKURAT JAKARTA - Penyakit Tuberkulosis atau TBC masih menjadi momok di Kabupaten Tangerang. Pada tahun 2024, jumlah penderita TBC di Kabupaten Tangerang diperkirakan mencapai 13.625 kasus.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang pun terus berupaya menurunkan jumlah penderita TBC melalui berbagai program. Salah satunya melalui Program Desa Siaga TBC.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa penanganan penyakit TBC merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

Baca Juga: Menko Yusril Soroti Fenomena Warga Lebih Memilih Laporkan Insiden ke Damkar Ketimbang Polisi

“Bagi seluruh pemangku kepentingan, pahami peran masing-masing, pertegas komitmen, dan terus kawal penguatan Desa Siaga TBC hingga berdampak nyata terhadap penurunan kasus,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal saat membuka kegiatan Penguatan Desa Siaga TBC yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, pada Senin (24/11/2025).

Bupati Maesyal memaparkan bahwa estimasi kasus TBC di Kabupaten Tangerang pada tahun 2024 mencapai 13.625 kasus. Dari estimasi jumlah tersebut, penemuannya mencapai 12.391 kasus atau 90,9%.

Angka tersebut menunjukkan tren yang masih harus terus ditekan melalui pencegahan, penemuan kasus secara aktif, serta pengobatan yang berkesinambungan.

Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menegaskan bahwa pendataan ulang kepada masyarakat penderita TBC sangat penting untuk memastikan keakuratan data.

Baca Juga: Tersangka Pembunuh Alvaro Tewas Bunuh Diri Usai Minta Ganti Celana

Dengan data yang akurat, upaya sosialisasi, skrining, dan pendeteksian dini sangat menentukan langkah dan kebijakan yang diambil agar warga yang terinfeksi dapat segera mendapatkan pengobatan yang tepat dan optimal

“Tugas kesehatan adalah tanggung jawab kita semua. Pemdes bersama kader, dengan arahan camat dan pimpinan Puskesmas, harus mendata ulang masyarakat, memastikan akurasi data, lalu menjalankan sosialisasi secara menyeluruh,” tegasnya.

Bupati juga meminta para perangkat desa, kader kesehatan, Puskesmas, serta camat untuk turun langsung mendata dan mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan dengan pendekatan humanis dan informatif.

Menurutnya, deteksi dini terhadap penderita TBC sangat penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah penularan yang lebih luas.

Bupati menegaskan, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan sekitar 25 persen APBD untuk sektor kesehatan, dan sebagian dari anggaran tersebut diarahkan khusus untuk memperkuat program penanggulangan TBC.

Baca Juga: Mending ini Ketimbang Mobil China! Toyota Avanza 2025: MPV Elegan dengan Performa Gesit dan Harga Terjangkau!

Ada enam strategi nasional eliminasi TBC yang menjadi pedoman daerah. Yakni: penguatan kepemimpinan, peningkatan layanan bermutu, optimalisasi pencegahan dan pengobatan, pemanfaatan riset dan teknologi, pelibatan multisektor, serta penguatan manajemen program.

“Semua strategi ini saling berkaitan dan membutuhkan implementasi yang konsisten di daerah,” ujarnya.

Sejalan dengan arah nasional, Pemkab Tangerang terus menghadirkan berbagai inovasi. Salah satunya melalui Desa Siaga TBC sebagai garda terdepan percepatan eliminasi secara bottom-up.

Selain itu, terdapat program Investigasi Advokasi Cegah dengan Terapi Pencegahan TBC (Siaga Dengan Tepat) serta Skrining TBC Sekolah (Situbers) yang menjadi terobosan daerah dalam menekan penyebaran TBC. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.