Jakarta

Tim SAR Evakuasi Satu Jenazah Korban Pesawat ATR, Ditemukan di Jurang 200 Meter

Ainun Kusumaningrum | 21 Januari 2026, 20:31 WIB
Tim SAR Evakuasi Satu Jenazah Korban Pesawat ATR, Ditemukan di Jurang 200 Meter

AKURAT JAKARTA  - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026) pagi.

Evakuasi jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut dilakukan menggunakan helikopter Basarnas Dauphin HR-3601 di tengah medan yang ekstrem.

Jenazah korban sebelumnya ditemukan di dasar jurang sedalam 200 meter pada Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Dinkes DKI Catat Kasus DBD Jakarta Naik di Awal 2026 Capai 143, Ini Penyebabnya

Kondisi geografis yang sulit membuat proses pengangkatan dari dasar jurang menuju titik aman di punggungan Lampeso memerlukan waktu beberapa hari, dan baru berhasil diselesaikan pada Selasa (20/1/2026) sore.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa proses pemindahan korban menggunakan metode hoist dengan teknik air landed.

“Korban dinaikkan ke helikopter dan langsung diterbangkan ke Lanud Sultan Hasanuddin. Pada pukul 08.15 Wita, helikopter mendarat dan jenazah langsung diserahkan kepada tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri,” kata Andi Sultan di Maros, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Transjakarta Perluas Layanan Rute 2B Harapan Indah–Pulo Gadung, Tambah Titik Pemberhentian Strategis

Usai mengevakuasi jenazah pertama, tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian di sekitar kawasan Lampeso. Personel dibagi ke dalam beberapa unit untuk memperluas jangkauan penyisiran terhadap korban lainnya yang belum ditemukan.

Andi menjelaskan, satu tim yang terdiri atas 30 personel Yonif 433/Julu Siri bersama Basarnas dan unsur potensi SAR lainnya terus melakukan penyisiran intensif.

Sementara itu, tim lain dikerahkan dari Pos 9 jalur pendakian menuju lokasi yang diduga menjadi titik penemuan korban berikutnya.

“Pencarian dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan personel mengingat medan yang terjal,” kata Andi menambahkan.

Ia menegaskan, koordinasi antara unsur TNI, Polri, Basarnas, dan relawan berjalan solid. Dukungan cuaca yang relatif kondusif di sekitar lokasi jatuhnya pesawat juga sangat membantu kelancaran operasi di lapangan.

Operasi SAR akan terus dilakukan hingga seluruh korban dan puing material pesawat berhasil teridentifikasi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.