Jamin Kualitas Pendidikan, Pemerintah Batalkan Rencana Pembelajaran Daring

AKURAT JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kualitas pendidikan dasar dan menengah dengan memastikan proses pembelajaran tetap berjalan secara tatap muka atau luring.
Keputusan ini membatalkan wacana pembelajaran dalam jaringan (daring) yang sempat muncul sebagai langkah antisipasi krisis energi akibat dinamika konflik di Timur Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar secara optimal adalah hal yang mutlak.
Baca Juga: Kecelakaan Maut, Rombongan Keluarga Terjun ke Jurang Majalengka, Enam Nyawa Melayang
Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penurunan kualitas belajar atau learning loss pada generasi muda Indonesia.
"Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian menyimpulkan bahwa pembelajaran daring tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," ujar Pratikno dalam keterangan resminya, Selasa (24/3/2026).
Keputusan untuk tetap menyelenggarakan sekolah secara luring telah dikoordinasikan secara intensif dengan kementerian terkait, yakni Kemendikdasmen dan Kementerian Agama.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Pemerintah saat ini tengah mengakselerasi sejumlah program strategis pendidikan, di antaranya:
Revitalisasi Bangunan Sekolah: Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan secara masif.
Sekolah Rakyat: Memastikan akses pendidikan yang merata hingga ke pelosok.
Sekolah Unggul Garuda: Program mencetak talenta-talenta terbaik bangsa yang kompetitif di kancah global.
Menghindari Ketertinggalan Belajar
Sebelumnya, rencana pembelajaran campuran (hybrid) sempat didiskusikan sebagai langkah mitigasi efisiensi energi nasional. Namun, setelah melakukan kajian mendalam terhadap dampaknya bagi perkembangan psikologis dan akademik siswa, pemerintah memilih untuk mengutamakan kehadiran fisik di sekolah.
"Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum. Ini prioritas, ini yang utama," tegas Menko PMK. Dengan tetap dibukanya sekolah secara luring, diharapkan interaksi antara guru dan murid dapat berlangsung lebih efektif dalam membentuk karakter serta kecerdasan siswa sebagai investasi masa depan bangsa.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



