Gempa Magnitudo 7,6 Sulut-Malut: Satu Warga Wafat dan Ratusan Bangunan Rusak

AKURAT JAKARTA – BNPB merilis laporan terkini mengenai dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Gempa mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Kota Manado, sementara ratusan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa guncangan hebat tersebut dirasakan di berbagai wilayah di dua provinsi.
Selain korban jiwa, satu warga di Kabupaten Minahasa dilaporkan mengalami luka ringan akibat reruntuhan.
"Dampak gempa di Sulawesi Utara mencatat satu korban meninggal dunia di Kota Manado. Saat ini tim reaksi cepat terus melakukan pendataan di lapangan," kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Dampak kerusakan infrastruktur di Sulawesi Utara terpusat di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa. Berdasarkan kaji cepat sementara, fasilitas umum seperti Gedung KONI, lima unit kantor, dan satu unit hotel di Manado mengalami kerusakan.
Di Minahasa, tercatat 17 rumah warga, satu kantor pemerintahan, dua tempat ibadah, serta akses jalan yang terdampak.
Sementara itu, kerusakan di Maluku Utara dilaporkan lebih masif pada sektor pemukiman. Di Kota Ternate, tercatat 134 kepala keluarga (KK) terdampak dengan puluhan rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan.
Situasi serupa terjadi di Kota Tidore Kepulauan, yang memaksa sedikitnya 355 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
"Kerusakan juga meluas hingga Halmahera Tengah, Halmahera Barat, dan Halmahera Selatan, yang mencakup rumah tinggal, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur jembatan," tambah Abdul.
BNPB mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Kewaspadaan ini menjadi krusial mengingat kondisi cuaca ekstrem yang saat ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi di lokasi terdampak gempa.
Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai diimbau untuk memantau tinggi muka air secara rutin. BNPB menekankan pentingnya evakuasi mandiri jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama guna menghindari risiko bencana ikutan pascagempa.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim gabungan terus melakukan penanganan darurat, pembersihan puing, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi di tenda-tenda darurat.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan jalur logistik tetap terbuka menuju wilayah-wilayah terisolasi di Halmahera.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 2Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



