11.925 Rumah Rusak Gempa NTT, 40.000 Warga Mengungsi dan 70 Orang Tewas

AKURAT JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 40.040 jiwa mengungsi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara itu, total korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 70 orang.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah pengungsi terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Timur dengan 15.465 jiwa.
Baca Juga: Begini Kata Bahlil Lahadalia Soal Rencana Pembatasan Pertalite
Terdiri atas 966 pengungsi di posko BPBD dan sekitar 14.000 pengungsi mandiri.
"Data sementara pengungsi yang kami kumpulkan ada 40.040 jiwa. Ini menggambarkan dampak psikologis yang dirasakan warga," ujar Berton, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan data Basarnas hingga hari ketiga, total korban jiwa mencapai 70 orang dan 132 orang mengalami luka-luka, rinciannya 40 orang luka berat dan 92 orang luka ringan.
Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, menyatakan tim saat ini fokus melakukan penyisiran dan membantu pemulihan medis di wilayah sulit dijangkau seperti Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur.
Sementara itu, BNPB mencatat total rumah rusak akibat gempa mencapai 11.925 unit. Kerusakan tersebut terbagi atas 5.516 unit rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan.
Wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi meliputi Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada.
Pemerintah Pantau Penanganan dan Rencana Kunjungan Presiden
Terkait penanganan pascagempa, Presiden Prabowo Subianto direncanakan meninjau langsung lokasi bencana di NTT.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan situasi di lapangan untuk mempersiapkan kunjungan tersebut.
"Sedang direncanakan. Kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang berbeda dari kunjungan biasa," kata Prasetyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Pemerintah juga mengapresiasi solidaritas berbagai daerah, termasuk pengiriman bantuan dari Pemprov Jawa Tengah.
Di sektor energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik di NTT berangsur membaik. Meski belum pulih sepenuhnya, Pertamina dan PLN terus bekerja keras memulihkan distribusi ke titik-titik lokasi bencana.
"Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Memang belum 100 persen karena suplai ke lokasi membutuhkan waktu, tetapi Dirut Pertamina dan PLN berada langsung di lokasi bencana untuk memastikan penanganan serius," ujar Bahlil.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 2Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





