Jakarta

Gunung Ibu kembali Erupsi, Warga Halmahera Diminta Patuhi Jarak Aman hingga 3,5 Km

Winda Wahdania | 20 Mei 2026, 05:46 WIB
Gunung Ibu kembali Erupsi, Warga Halmahera Diminta Patuhi Jarak Aman hingga 3,5 Km
Gunung Ibu kembali erupsi dini hari. Badan Geologi langsung memperluas zona aman di sekitar kawah aktif.

AKURAT JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Ibu kembali meningkat setelah gunung api yang berada di Halmahera Barat, Maluku Utara itu mengalami erupsi susulan pada Rabu dini hari.

Menyusul kejadian tersebut, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas jarak aman sektoral hingga 3,5 kilometer (km) ke arah bukaan kawah aktif bagian utara.

Baca Juga: Berita Terkini: Arsenal Akhiri Penantian 22 Tahun! Man City Tersandung di Bournemouth, The Gunners Resmi Juara Premier League

Gunung Ibu sendiri dikenal sebagai gunung berapi kerucut dengan kawah vulkanik besar di puncaknya. Gunung tersebut terletak di barat laut Pulau Halmahera.

Kawah utama memiliki lebar sekitar satu kilometer dengan kedalaman mencapai 400 meter, sementara bagian luarnya memiliki diameter sekitar 1,2 kilometer.

Di sekitar gunung juga terdapat sejumlah kerucut parasit, aliran lava di sisi barat, hingga kawah-kawah kecil bekas letusan sebelumnya.

Baca Juga: Jenderal Iran Ngamuk: Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Massal Amerika

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa erupsi terbaru terjadi pada pukul 00.49 WIT.

"Erupsi tersebut melontarkan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut," kata Saria dikutip dari laman Antara.

Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi sekitar 52 detik.

Meski aktivitas vulkanik kembali terjadi, status Gunung Ibu hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.