Peringatan HLUN 2026, Pemkab Tangerang Komitmen Wujudkan Lansia Mandiri di Era Bonus Demografi

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 tingkat Kabupaten Tangerang pada Rabu (10/6/2026).
Mengusung tema "Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya", momentum ini dijadikan pijakan strategis untuk memperkuat sistem pendukung bagi para lanjut usia (lansia).
Langkah ini krusial agar kelompok lansia tetap produktif, aktif, dan terjaga kesehatannya di tengah era bonus demografi.
Baca Juga: Ramai Istilah 'Sell Indonesia' di Media Asing, Apa Maksudnya?
Komitmen Mensejahterakan Lansia
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam mengawal kesejahteraan lansia merupakan hal yang mutlak.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah salah satunya tecermin dari meningkatnya Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat secara signifikan.
"Pada intinya, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh untuk para lansia ini agar mereka tetap produktif, tetap beraktivitas, dan senantiasa sehat. Itu adalah poin yang paling penting," ujar Sekda Soma.
Sekda Soma Atmaja juga menambahkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat saat ini patut disyukuri, karena rata-rata usianya hingga 75 tahun.
"Alhamdulillah, angka harapan hidup di Indonesia rasanya semakin hari semakin tinggi. Sebagai contoh nyata, mungkin tahun ini kita sudah berada di rata-rata usia 75 tahun," lanjutnya.
Baca Juga: Siap-siap War Tempat! Konser Gratis Come See Mie 2026 di Hutan Kota GBK, Ini Line-Up Mewah
Tantangan Lansia di Era Bonus Demografi
Lebih lanjut, Sekda Soma menegaskan bahwa pencapaian tingginya angka harapan hidup ini memunculkan tantangan tersendiri.
Terutama karena fenomena ini terjadi bersamaan dengan momentum bonus demografi, di mana populasi generasi muda sedang berada pada grafik tertinggi.
Oleh karena itu, keseimbangan program antargenerasi harus dipersiapkan dengan matang. Tujuannya agar kelompok lansia tidak menjadi populasi yang rentan, melainkan menjadi pilar yang tetap berdaya di masyarakat.
"Anak-anak muda kita kan sedang banyak-banyaknya nih hari ini. Tentu itu menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua," katanya.
Problem utama yang kita hadapi saat ini, lanjutnya, adalah bagaimana caranya agar para lansia ini memiliki wadah dan mekanisme untuk tetap produktif dan sehat.
"Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja, melainkan harus distimulasi oleh berbagai ragam kegiatan yang positif secara berkelanjutan," tegas Sekda Soma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






