Ikuti Jejak Timur Tengah, Presiden Korsel Berharap Trump Bisa Jinakkan Korea Utara Seperti Iran

AKURAT JAKARTA - Menyusul keberhasilan Amerika Serikat menjalin kesepakatan damai dengan Iran.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mengambil langkah serupa di Semenanjung Korea.
Lee meminta Trump memimpin upaya resolusi damai dengan Korea Utara, mengadopsi keberhasilan diplomasi yang baru saja diterapkan di Timur Tengah.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan (Blue House) mengungkapkan, momentum tersebut terjadi saat kedua pemimpin negara bertemu di sela-sela KTT G7 di Prancis.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Trump secara khusus mempertanyakan perkembangan mutakhir hubungan antara Seoul dan Pyongyang kepada Lee.
"Presiden Lee meminta agar ia (Trump) memimpin dalam mencapai resolusi damai untuk masalah Korea Utara, seperti halnya ia telah menyelesaikan konflik di Timur Tengah," tulis pernyataan resmi Kantor Kepresidenan Korea Selatan, sebagaimana dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (17/6/2026).
Merespons permintaan tersebut, pihak Korsel menyatakan bahwa Presiden Trump menunjukkan komitmen kuat untuk bekerja sama menuju penyelesaian ketegangan dengan Korea Utara.
Baca Juga: Gemas dengan Kritik MoU Iran, Wapres AS Ungkit Bantuan Militer dan Minta Israel Tahu Diri
Kontras Politik: Korsel Pilih Dialog, Korut Tetap Pilih Nuklir
Desakan Presiden Lee Jae Myung ini sekaligus menegaskan arah politik luar negerinya yang cenderung moderat.
Sejak menjabat, Lee memilih pendekatan yang lebih lunak dan mengedepankan dialog dengan Korea Utara, kontras dengan kebijakan garis keras yang sebelumnya diterapkan oleh sang pendahulu, Yoon Suk Yeol.
Kendati demikian, jalan menuju perdamaian diprediksi tidak akan mudah.
Sejauh ini, Pyongyang secara konsisten menolak mentah-mentah uluran tangan Seoul.
Rezim Kim Jong Un bahkan telah menetapkan Korea Selatan sebagai musuh utama mereka dan berulang kali menegaskan bahwa status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir sudah bersifat mutlak serta "tidak dapat diubah".
Di sisi lain, para pengamat menilai peluang terjadinya pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Kim Jong Un dalam waktu dekat masih sangat kecil.
Baca Juga: Selesai Urusan Iran, Trump Bersiap Alihkan Perhatian ke Korea Utara
Mantan Presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul, Yang Moo-jin, menilai posisi Pyongyang saat ini sudah jauh berbeda dibanding tahun 2018.
"Dari perspektif Korea Utara, praktis tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk bertemu dengan Amerika Serikat," pungkas Yang kepada AFP. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!









