Rektor UI Optimistis Kolaborasi dengan Tsinghua Bisa Percepat Pengembangan Vaksin Nasional

AKURAT JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) menggandeng Tsinghua University, China, untuk mengembangkan vaksin demam berdarah dengue berbasis teknologi mRNA.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju kemandirian produksi vaksin nasional sekaligus memperkuat sistem kesehatan Indonesia.
Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya menghasilkan inovasi di bidang kesehatan, tetapi juga membuka peluang hilirisasi industri dan memperkuat Program Imunisasi Nasional di masa depan.
Baca Juga: Pelihara Kucing Bikin Mandul? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
"Kerja sama ini bukan sekadar pertukaran pelajar. Kami bersama-sama menciptakan teknologi kesehatan yang dapat menyelamatkan nyawa, dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata Heri dalam peluncuran prototipe vaksin dengue berbasis mRNA di Jakarta, Rabu.
Menurut Heri, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan vaksin tersebut, mulai dari tahap penelitian laboratorium hingga proses uji klinis. Dukungan itu dinilai penting agar inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat berlanjut hingga tahap produksi.
Ia berharap kolaborasi ini menjadi pijakan bagi pengembangan vaksin-vaksin lain di dalam negeri. Harapan itu sejalan dengan target pemerintah untuk memproduksi sendiri seluruh vaksin yang digunakan dalam Program Imunisasi Nasional.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mendorong pengembangan 11 jenis vaksin agar Indonesia tidak lagi bergantung pada produk impor.
Heri menilai kemitraan antara UI dan Tsinghua University menjadi contoh diplomasi akademik yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Selain memperkuat riset, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara luas.
Pengembangan vaksin berbasis mRNA juga dinilai membuka peluang bagi tumbuhnya industri bioteknologi nasional, mengingat teknologi tersebut menjadi salah satu platform yang terus berkembang dalam pengembangan vaksin generasi baru.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




