Sengketa Kandang Ayam di Ciputat, Pemilik Diduga Evakuasi Ternak Sebelum Disidak Pemkot Tangsel

AKURAT JAKARTA- Pemilik peternakan ayam di Kampung Cilalung, Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), diduga mengevakuasi ribuan ayam secara diam-diam.
Langkah ini dilakukan menjelang peninjauan lokasi oleh Pemerintah Kota Tangsel terkait polemik dengan warga sekitar.
Perwakilan warga Perumahan Alam Serua 2, Doddy, mengungkapkan bahwa warga melihat aktivitas mencurigakan pada Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Rapat Kandang Ayam Ciputat, Warga Sesalkan Analogi DLH hingga Imbauan Satpol PP soal Bertetangga
Sejumlah mobil bak terbuka (pick-up/kolbak) terpantau mengangkut keranjang ayam berwarna oranye menuju area peternakan.
"Bukan satu mobil bolak-balik, tetapi ada banyak mobil yang berbeda. Warga memantau minimal ada tiga mobil, dua berwarna hitam dan satu putih," ujar Doddy kepada wartawan.
Sementara itu, Pemkot Tangsel sudah melakukan memediasi pertemuan antara perwakilan warga Alam Serua 2 dan pemilik kandang ayam. Mediasi tersebut digelar di kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak yang bersengketa.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis Pemkot Tangsel dijadwalkan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kandang ayam di Kampung Cilalung.
"Kami akan mengecek langsung ke lapangan," kata Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Dahlan, kepada wartawan Rabu (15/7/2026).
Dahlan menambahkan, tinjauan lapangan ini akan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP); Dinas Lingkungan Hidup (DLH); Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR); serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel.
Terkait sanksi, Dahlan menegaskan bahwa Satpol PP bertindak sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) dan akan menunggu rekomendasi teknis dari dinas terkait.
"Kami fokus pada penegakan Perda, secara teknis dinas terkait yang menilai. Jika nanti terbukti ada pelanggaran, aturan akan langsung kami tegakkan," tegas Dahlan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

