Dengar Aspirasi Petani Tembakau, Kemenko PMK Sepakati Wacana Pembatasan Nikotin Belum Jadi Prioritas

AKURAT JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memastikan wacana pengaturan ambang batas kadar nikotin dan tar pada produk tembakau belum akan ditetapkan dalam waktu dekat.
Kepastian itu disampaikan usai menerima aspirasi petani tembakau dari berbagai daerah yang menolak rancangan aturan tersebut.
Sikap tersebut tertuang dalam surat kesepakatan yang ditandatangani perwakilan Kemenko PMK saat menemui perwakilan petani tembakau di Gedung Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada 21 Juli 2026.
Dalam surat itu disebutkan bahwa pengaturan ambang batas nikotin dan tar belum menjadi pembahasan prioritas untuk ditetapkan dalam waktu dekat.
Substansi pengaturan kadar nikotin dan tar juga masih akan ditelaah dan dikaji secara komprehensif melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, industri, serta masyarakat.
Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana Kemenko PMK, Syarip Hidayat, mengatakan proses penyusunan kebijakan masih berada pada tahap awal, yakni uji publik dan koordinasi antarkementerian.
"Proses penyusunan rancangan pembatasan kadar nikotin dan tar ini masih panjang. Baru memasuki tahapan uji publik. Rancangan aturan ini tidak hanya menjadi domain Pak Menko PMK namun juga berkoordinasi dengan kementerian lain seperti Kemenperin dan Kemendag. Jadi masih jauh, masih fase koordinasi antar kementerian/lembaga," kata Syarip.
Ia menegaskan, pemerintah akan menyusun kebijakan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesehatan masyarakat hingga keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan petani.
"Kami mencoba mengakomodir berbagai kepentingan, baik dari kesehatan, termasuk dari ekonomi. Dan jangan sampai mata pencaharian masyarakat dimatikan. Kami berupaya mencari win-win solution. Maka, konsepnya adalah pengaturan dan pembatasan," ujarnya.
Sebelumnya, petani tembakau dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mendatangi Kemenko PMK untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana pembatasan kadar nikotin di bawah 1 persen dan tar di bawah 10 persen.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPC Jember, Suwarno, menilai rancangan aturan tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan usaha tembakau, khususnya di daerah penghasil seperti Jember.
"Kami minta pemerintah dapat mencabut regulasi yang merugikan petani. Kami meminta pemangku kebijakan agar regulasi ini dibatalkan, jangan sampai diimplementasikan," kata Suwarno.
Menurut dia, komoditas tembakau di Jember tidak hanya menopang perekonomian daerah, tetapi juga menjadi sumber penghidupan ribuan pekerja dari sektor pembibitan hingga ekspor.
"Jember punya varietas Besuki Na-Oogst dan Kasturi yang jadi andalan petani. Jika dipaksakan rancangan pembatasan kadar nikotin ini, semua yang terlibat dalam usaha tembakau dan sendi-sendi kehidupan masyarakat Jember akan terdampak," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTI Agus Parmuji mengingatkan agar penyusunan kebijakan tidak mengorbankan petani tembakau. Menurutnya, meski pembahasannya belum dilakukan dalam waktu dekat, keberadaan draf aturan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan petani.
"Jangan sampai rakyat dikorbankan. Jangan sampai dalam proses penyusunan rancangan aturannya, Kemenko PMK remnya blong. Setiap hari kami petani di lapangan harus tetap menanam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jangan sampai sawah ladang kami dihancurkan. Ada 2,5 juta petani tembakau se-Indonesia yang bakal mati dengan rancangan aturan pembatasan kadar nikotin dan tar ini," kata Agus. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



