Jakarta

Jenazah ABK Ditemukan di Bengkulu, Keluarga Jurnalis Minta Basarnas Buka Lagi Pencarian

Yusuf Doank | 24 September 2026, 13:57 WIB
Jenazah ABK Ditemukan di Bengkulu, Keluarga Jurnalis Minta Basarnas Buka Lagi Pencarian
Gunung Anak Krakatau dilihat dari Perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan. - Foto: Antara Foto/Putra M. Akbar

AKURAT JAKARTA – Ditemukannya jenazah salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 di Pulau Enggano, Bengkulu, membuk kembali harapan keluarga lima jurnalis.

Mereka hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Pihak keluarga mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta tim gabungan untuk membuka kembali operasi pencarian intensif.

Baca Juga: Kembangkan Bioetanol, Mentan Amran Siapkan Lahan 2 Juta Hektare

Istri dari Donal Husni salah satu jurnalis yang hilang dalam penugasan media asal Tiongkok Aning, menilai temuan jenazah ABK tersebut sebagai petunjuk vital di tengah penghentian operasi SAR resmi pasca-10 hari penelusuran.

"Ternyata, setelah pencarian resmi dihentikan, ditemukan satu jenazah yang teridentifikasi betul sebagai ABK kapal penangkap yang ditumpangi lima jurnalis, termasuk suami saya," kata Aning saat ditemui di kediamannya di Perumahan Ciater Permai, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (23/9/2026) petang.

Aning menegaskan, kepergian suaminya bersama rombongan wartawan murni untuk menjalankan tugas jurnalistik peliputan aktivitas erupsi.

Selain temuan jenazah ABK, keluarga juga menyoroti penurunan status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini mereda dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) per 21 September 2026.

Kondisi ini dinilai memberi ruang aman bagi tim pencari untuk kembali menyisir perairan.

"Harapan saya, dengan ditemukannya ABK di Pulau Enggano dan status Siaga Krakatau yang sudah turun, Basarnas serta jajaran TNI-Polri dapat kembali menggelar pencarian intensif," tutur Aning.

Di sisi lain, Basarnas menyampaikan bahwa penemuan jenazah di luar rentang waktu operasi tidak otomatis mengaktifkan kembali pemanduan skala besar.

Kendati demikian, pemantauan wilayah perairan tetap berjalan melingkupi pelaporan dari kapal-kapal yang melintas serta masyarakat pesisir.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y