Disperindag Kabupaten Tangerang Gelar Pembinaan IKM Padat Karya, Fokus Tingkatkan Daya Saing Industri

AKURAT JAKARTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penguatan IKM Padat Karya dalam Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Industri Daerah.
Acara yang digelar di Hotel Grantage BSD City, Tangerang, ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 23–24 September 2026.
Kegiatan strategis ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah, perwakilan dari 11 kawasan industri yang telah berizin, serta para pelaku usaha.
Fokus utama pertemuan ini adalah untuk memperkuat kepatuhan perizinan, optimalisasi pelaporan industri, pembinaan tenant, serta penyelesaian berbagai kendala operasional di lapangan.
Baca Juga: Pantau Kesehatan Jiwa Masyarakat, Puskesmas Cisoka Gelar Kunjungan Rutin ke Rumah Pasien ODGJ
Peran Strategis Industri Padat Karya bagi Ekonomi Daerah
Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menegaskan bahwa penguatan industri padat karya memiliki dampak multiplier yang sangat besar terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain membuka lapangan pekerjaan secara masif, sektor ini juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.
“Keberadaan industri padat karya memiliki arti yang sangat penting, terutama dalam memberikan kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat rantai industri di daerah,” ujar Resmiyati, Kamis (24/9/2026).
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan industri yang pesat harus diimbangi dengan kepatuhan regulasi. Pelaku usaha diwajibkan untuk menjaga produktivitas, tertib administrasi, patuh terhadap ketentuan perizinan, serta disiplin dalam memenuhi kewajiban pelaporan sektor perindustrian.
Ruang Koordinasi dan Solusi Hambatan Investasi
Melalui kegiatan ini, Disperindag Kabupaten Tangerang menyediakan ruang koordinasi langsung (ruang diseminasi) agar pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha memiliki kesamaan persepsi mengenai regulasi yang berlaku sekaligus mencari jalan keluar atas kendala yang dihadapi.
Resmiyati berharap sinergi ini melahirkan solusi konkret yang dapat langsung diimplementasikan oleh ekosistem industri.
“Apabila masih terdapat kendala dalam pelaksanaan perizinan, pelaporan, maupun penyelenggaraan kegiatan industri di kawasan, mari kita komunikasikan bersama dan mencari solusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 5Prediksi Skor Namibia vs Republik Kongo di Kualifikasi Piala Afrika, 24 September 2026: Duel Sengit di Botswana
- 6Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di UNL, 25 September 2026: Erling Haaland Berpeluang Putus Dominasi Tim Tamu
- 7Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 8Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UNL, 25 September 2026: Duel Sengit di Rajko Mitic
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



