Jakarta

Transjakarta Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu, Pemprov DKI Siapkan Penambahan Modal

Laode Akbar | 30 September 2026, 19:53 WIB
Transjakarta Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu, Pemprov DKI Siapkan Penambahan Modal
Transportasi laut Kepulauan Seribu (Dok. Pemprov DKI)

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan penambahan modal untuk PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) seiring adanya penugasan baru untuk mengelola transportasi laut menuju Kepulauan Seribu.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, tambahan modal diperlukan karena cakupan tugas Transjakarta ke depan tidak hanya melayani transportasi di Jakarta dan Transjabodetabek, tetapi juga transportasi laut menuju Kepulauan Seribu.

"Yang pertama, tentunya Transjakarta modalnya perlu ditingkatkan. Karena memang dengan tugas baik itu untuk Transjakarta sendiri maupun Transjabodetabek," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: Legislator Golkar Dimaz Raditya Minta Kenaikan Tarif Transjakarta Dibarengi Peningkatan Pelayanan

"Dan nanti akan mendapatkan tugas tambahan untuk Transjakarta bagian laut Kepulauan Seribu, modal untuk Transjakarta size-nya pasti harus diperbesar," sambungnya.

Pramono menyebut, besaran tambahan modal yang akan diberikan kepada Transjakarta masih dalam tahap penghitungan.

"Mengenai angka besarannya berapa untuk penambahan modal TransJakarta dengan penugasan baru untuk Pulau Seribu, sedang dihitung," ucapnya.

Menurut Pramono, selama ini anggaran untuk layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu masih dimasukkan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Ke depan, pengelolaan layanan tersebut akan dilakukan oleh Transjakarta. Pramono menilai perubahan pengelolaan itu diharapkan membuat layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu berjalan lebih profesional.

"Tetapi yang jelas bahwa saya meyakini yang selama ini atau anggaran itu kan dimasukkan melalui Dinas Perhubungan. Sekarang akan dikelola oleh TransJakarta dan saya yakin pasti pengelolaannya akan lebih profesional," katanya.

Pramono menjelaskan, tambahan modal tersebut nantinya berkaitan dengan kebutuhan fasilitas transportasi menuju Kepulauan Seribu.

Menurutnya, sejumlah pulau akan menjadi terminal utama dalam layanan transportasi tersebut, seperti Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Pramuka.

"Jadi fasilitasnya pasti mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk transportasi ke Pulau Seribu. Dan di Pulau Seribu kan kita sudah tahu beberapa pulau yang akan menjadi terminal utama, sebagai contohlah: Pulau Tidung, Pulau Pari, dan sebagainya, Pulau Pramuka, dan sebagainya," tutur Pramono.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga masih menghitung skema pembiayaan layanan tersebut, khususnya terkait masyarakat Kepulauan Seribu yang selama ini mendapatkan fasilitas transportasi umum gratis.

Pramono mengatakan, apabila layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu digunakan oleh warga setempat yang mendapatkan fasilitas gratis, maka beban pembiayaan akan berada pada Pemprov DKI.

"Sebab kalau ada transportasi ke Pulau Seribu semuanya kan kalau yang naik hanya warga Pulau Seribu ini kan menjadi gratis semua. Dan untuk itu beban menjadi semuanya ke Pemerintah DKI Jakarta. Jadi, kita akan melakukan perhitungan untuk itu," jelasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y