Jakarta

Legislator Golkar Dimaz Raditya Minta Kenaikan Tarif Transjakarta Dibarengi Peningkatan Pelayanan

Laode Akbar | 30 September 2026, 19:50 WIB
Legislator Golkar Dimaz Raditya Minta Kenaikan Tarif Transjakarta Dibarengi Peningkatan Pelayanan
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya

AKURAT JAKARTA – Rencana kenaikan tarif Transjakarta mulai Januari 2027 mendapat catatan dari DPRD DKI Jakarta.

Kenaikan tarif dinilai harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, mengatakan, peningkatan pelayanan menjadi hal yang harus diperhatikan apabila tarif Transjakarta nantinya benar-benar mengalami kenaikan.

Baca Juga: Minta TPP Tepat Sasaran, Legislator Golkar Alia Laksono Tekankan Evaluasi Kinerja ASN Pemprov

"Kalau dari saya tentunya sama seperti kenaikan tarif di tempat lain. Kenaikan tarif juga harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan," ujar Dimaz di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan peningkatan pelayanan seiring dengan adanya perubahan tarif yang harus dibayarkan untuk menggunakan layanan transportasi publik tersebut.

"Sehingga kalaupun Transjakarta naik, saya harap juga ada peningkatan pelayanan di Transjakarta supaya masyarakat ini adanya kenaikan itu tidak serta-merta komplain, protes karena tidak ada pelayanan yang merambah," tuturnya.

Dimaz bahkan meminta Transjakarta membuktikan peningkatan pelayanan tersebut kepada masyarakat.

"Makanya saya men-challenge TransJakarta, kalaupun ada peningkatan tarif, tentunya TransJakarta sebagai salah satu BUMD DKI yang membidangi kaitan transportasi dan khususnya transportasi publik, harus meningkat pelayanannya, dan itu harus dibuktikan dan dijelaskan ke masyarakat," tutur Dimaz.

Ketua Komisi C itu menilai peningkatan tarif tidak bisa hanya dilihat dari sisi penyesuaian harga.

Aspek pelayanan juga perlu menjadi bagian yang diperhatikan dalam pelaksanaannya.

Di sisi lain, Dimaz menyebut besaran tarif baru TransJakarta sejauh ini belum dibahas secara khusus di Komisi C DPRD DKI Jakarta.

Menurutnya, penentuan tarif nantinya masih membutuhkan kajian agar besaran yang ditetapkan dapat mempertimbangkan berbagai aspek.

"Sejauh ini sih belum sih ya, karena nanti perlu dibahas dengan kajian-kajian tertentu ya, yang perlu dilihat supaya angka ini merupakan angka yang baik dari segi ekonomi dan juga bagi segi anggaran," jelasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y