Jakarta

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Fokus Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung, dan PONEK

M Rahman Akurat | 6 Oktober 2026, 16:35 WIB
RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Fokus Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung, dan PONEK
Forum Konsultasi Publik (FKP) di RSUD Kabupaten Tangerang - (Diskominfo)

AKURAT JAKARTA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan mengangkat tema “Penguatan Layanan Code Stroke, Layanan Jantung dan PONEK”.

Kegiatan ini berlangsung di Aula RSUD Kabupaten Tangerang pada Selasa (6/10/2026) dan diikuti oleh sebanyak 170 peserta yang berasal dari berbagai unsur penting.

Para peserta di antaranya meliputi jejaring pelayanan kesehatan, organisasi profesi, akademisi, unsur pemerintah, masyarakat, serta insan pers.

Baca Juga: Ajarkan Akhlak Sejak Dini, Wabup Intan Lepas Ribuan Anak TK Kabupaten Tangerang Ikuti Manasik Haji

Ruang Strategis untuk Peningkatan Mutu Pelayanan

Forum Konsultasi Publik ini menjadi wadah dan ruang strategis bagi RSUD Kabupaten Tangerang dalam memperoleh masukan serta saran konstruktif.

Selain itu, FKP bertujuan membangun komunikasi dan sinergi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) demi meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara luas.

Melalui forum tahun ini, RSUD Kabupaten Tangerang secara khusus mendorong penguatan pada tiga layanan prioritas utama, yaitu: Layanan Code Stroke, Layanan Jantung, dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).

Penguatan ketiga layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons, ketepatan penanganan, kesinambungan pelayanan, serta keselamatan pasien, khususnya pada kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan tindakan cepat.

Baca Juga: Bayar Rp6.000 Saat Beli Tiket Borobudur, Wisatawan Dapat Sertifikat Kontribusi Kurangi Emisi Karbon

Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam kesempatan tersebut, dr. Endang Widyastiwi, M.MKes., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif dari seluruh pihak.

Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan jejaring, organisasi profesi, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami ingin mendengar secara langsung berbagai masukan dan kebutuhan di lapangan agar layanan yang kami kembangkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Endang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.