Jakarta

Bupati Tangerang Cek Dapur MBG Parahu, Sasar 2.500 Penerima Manfaat, Pekerjakan 43 Warga Lokal

M Rahman Akurat | 7 Oktober 2026, 06:38 WIB
Bupati Tangerang Cek Dapur MBG Parahu, Sasar 2.500 Penerima Manfaat, Pekerjakan 43 Warga Lokal
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid saat meninjau Dapur MBG atau SPPG Perahu - (prokopimkab)

AKURAT JAKARTA — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, pada Selasa (6/10/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan MBG berjalan optimal, higienis, serta memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, pihak Puskesmas, Camat Sukamulya, serta Kepala Desa Parahu.

Baca Juga: Mengenal Posyandu ILP: Strategi Puskesmas Cisoka Tangerang Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga dari Bayi hingga Lansia

Rombongan melihat langsung seluruh alur operasional di SPPG, mulai dari persiapan bahan baku makanan, proses pengolahan di dapur, standar kebersihan sarana, hingga teknis distribusi ke para penerima manfaat.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Pak Camat, dan Pak Kepala Desa melihat secara langsung operasional SPPG di Desa Parahu. Alur-alurnya sudah dijelaskan dan sesuai dengan SOP. Sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan juga sudah keluar,” ujar Bupati Maesyal.

Layani 2.500 Penerima Manfaat dan Jaga Kualitas Distribusi

Bupati Maesyal menyebutkan bahwa SPPG Parahu 2 saat ini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat. Sasaran program pemenuhan gizi ini mencakup kelompok rentan dan usia tumbuh kembang, mulai dari balita, anak-anak sekolah di jenjang TK, SD, dan SMP, hingga ibu hamil di wilayah setempat.

Untuk menjaga kualitas dan kehangatan makanan, proses distribusi logistik menggunakan armada khusus. Waktu tempuh pengiriman juga dibatasi secara ketat, yakni maksimal sekitar 15 menit perjalanan menuju titik-titik penerima manfaat.

Baca Juga: Sempat Disandera di Perairan Somalia, 4 WNI MT Honour 25 Akhirnya Pulang Selamat

Selain itu, aspek ramah lingkungan dan kebersihan pasca-konsumsi juga diperhatikan. Makanan MBG didistribusikan menggunakan wadah ompreng khusus yang nantinya akan ditarik kembali oleh petugas untuk dibersihkan dan diserilisasi ulang.

Proses pengambilan wadah kosong ini dijadwalkan secara rutin sekitar pukul 10.00 WIB setelah makanan selesai dikonsumsi oleh para siswa dan warga.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.