Jakarta

Peringati HPSN 2026, Bupati Tangerang Tanam Pohon Bambu dan Siram Eco-Enzym di TPA Jatiwaringin

M Rahman Akurat | 19 Februari 2026, 06:20 WIB
Peringati HPSN 2026, Bupati Tangerang Tanam Pohon Bambu dan Siram Eco-Enzym di TPA Jatiwaringin

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tangerang yang dipusatkan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Rabu (18/2/2026).

Peringatan HPSN kali ini dilakukan dengan aksi nyata berupa penanaman pohon trembesi dan bambu, serta penyiraman cairan eco-enzym ke sumur pantau.

Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar area pembuangan sampah.

Baca Juga: Harganya Cuma 260 Jutaan, Apakah All New Suzuki Carry Minivan 2026 Nantinya Bakal Lebih Unggul Dari Daihatsu Luxio?

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa penanaman bambu berfungsi sebagai pembatas alami (barrier) untuk meminimalisir dampak lingkungan dari aktivitas TPA.

“Penanaman bambu dilakukan sebagai barrier alami untuk membantu menyerap bau dan menahan angin di sekitar TPA,” ujar Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal.

Selain penghijauan, Bupati Maesyal juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas air tanah bagi warga sekitar melalui penggunaan eco-enzym.

Menurutnya, penyiraman cairan organik tersebut ke sumur pantau bertujuan untuk menurunkan kadar bakteri E. Coli serta menetralisir air tanah agar tetap aman dikonsumsi atau digunakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Wajah Baru All New Suzuki Carry Minivan 2026, Siap Mengaspal Tahun Depan Dengan Tampilan Baru yang Lebih Menawan!

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan kabar baik terkait pengembangan infrastruktur sampah di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa TPA Jatiwaringin kini telah ditetapkan sebagai lokus atau titik fokus pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste to Energy).

Pemkab Tangerang telah melakukan pembenahan untuk mendukung upaya menjadikan Kawasan TPA Jatiwaringin sebagai tempat pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Antara lain dengan menyiapkan lahan seluas 6,5 hektare dengan pematangan dan pemadatan lokasi, memastikan ketersediaan air bersih PDAM, serta menjamin volume pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari, yang saat ini telah mampu dipenuhi sekitar 2.700 ton perhari.

“TPA Jatiwaringin kita siapkan sebagai lokus pengolahan sampah menjadi energi listrik. Lahan sudah kita matangkan, volume sampah mencukupi dan juga tengah menyiapkan kerja sama pengangkutan sampah dengan pihak ketiga. Kita terus mendukung program ini agar bisa terealisasi pada tahun 2026,” ujarnya.

Baca Juga: 6 Makanan yang Bisa Menurunkan Stres dan Bikin Lebih Tenang, Sudah Coba?

Pihaknya juga telah menginstruksikan kepada para camat agar mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk membuang sampah di TPS yang telah disediakan, tidak lagi di pinggir jalan umum.

Menurut dia, penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Masyarakat harus terlibat dan berperan aktif langsung, salah satunya dengan membudayakan perilaku buang sampah pada tempatnya.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Jangan di pinggir jalan umum. Kita angkut satu jam kemudian penuh lagi. Ini perlu kesadaran bersama,” serunya.

Bupati Maesyal menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penanganan sampah dan berharap melalui Peringatan HPSN 2026 ini bisa semakin memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas sampah dan lingkungan bersih berkelanjutan.

“Mari kita jadikan momentum HPSN 2026 sebagai titik balik menuju gerakan bersama mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas sampah dan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga: Kenali 5 Kebiasaan Toxic yang Bisa Menurunkan Kualitas Hidup

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Ujat Sudrajat, melaporan bahwa rangkaian kegiatan HPSN tingkat Kabupaten Tangerang telah dilakanakan sejak tanggal 2 Febuari 2026.

Dimulai dengan aksi bersih pantai dan pesisir, dan puncaknya dilaksanakan di TPA Jatiwaringin dengan berbagai aksi nyata pengendalian pencemaran dan edukasi lingkungan.

“Rangkaian kegiatan HPSN ini menjadi refleksi atas pentingnya pengelolaan sampah yang baik agar tidak menimbulkan bencana,” jelas Ujat

Lanjut dia, pihaknya telah melakukan pembenahan di TPA Jatiwaringin, di antaranya penggunaan teknologi geomembran untuk mengurangi bau dan mengendalikan gas metana, serta penguatan pengolahan air lindi.

Hasil uji kualitas air tanah di sekitar TPA menunjukkan penurunan signifikan angka E.coli dari 8.300 per 100 ml menjadi 134 per 100 ml setelah aplikasi ecoenzym selama dua bulan.

Baca Juga: 5 Pilihan Takjil Sehat Saat Berbuka Puasa, Mana Favorit Kamu?

"Program tersebut akan dilanjutkan hingga enam bulan ke depan dengan interval pemberian rutin setiap bulan,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) beserta jajaran, Camat Mauk, Camat Rajeg, Camat Sukadiri, unsur Forkopimcam, para penggiat sampah, perwakilan PLN Lontar, serta perwakilan dari sejumlah perusahaan pengembang. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.