Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Tangerang Salurkan Ratusan Alsintan Sistem Irigasi dan Pupuk untuk Jaga Produksi Gabah

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat langkah mitigasi musim kemarau.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan produksi gabah di wilayah Kabupaten Tangerang tetap tersedia dan stabil di tengah ancaman kekeringan.
Untuk menyukseskan program ketahanan pangan ini, Pemkab Tangerang membangun sinergi kuat lintas stakeholder.
Kerja sama dilakukan mulai dari Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi Banten, pihak perguruan tinggi, hingga instansi terkait lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa pemerintah daerah fokus memberikan bantuan Alat Produksi Pertanian dan Sarana Produksi Pertanian kepada sejumlah Kelompok Tani yang terdampak kekeringan.
Kolaborasi Strategis Hadapi Kemarau
Tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, Pemkab Tangerang juga menggandeng Swiss German University, Syngenta Indonesia, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Kolaborasi yang sedang berjalan ini berfokus pada penyusunan alternatif pola tanam baru guna meningkatkan produktivitas padi yang dapat langsung diterapkan oleh para petani.
Untuk tahun 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian yang bersumber dari APBD serta APBN dan APBD Provinsi kepada kelompok tani.
"Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari mitigasi kekeringan dalam mendukung peningkatan produktivitas padi agar tetap terjaga di Kabupaten Tangerang," tegas Ujang.
Rincian Bantuan Alsintan dan Saprodi Tahun 2026
Langkah nyata mitigasi kekeringan sepanjang tahun 2026 ini diwujudkan melalui pendistribusian berbagai fasilitas penunjang pertanian.
Berikut adalah rincian bantuan sarana dan prasarana yang telah diterima oleh kelompok tani di Kabupaten Tangerang:
Alat Produksi Pertanian:
• Traktor Roda 2: 44 unit
• Pompa Air: 75 unit
• Handsprayer: 88 unit
• Cultivator: 14 unit
• Power Thresher
Sarana Produksi Pertanian:
• Benih Padi: 86.900 kg
• Pupuk NPK: 25.825 kg
• Kompos: 20.500 kg
• Pupuk Organik: 530.000 kg
• Pupuk Organik Cair: 90 liter
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







