Jakarta

Hari Santri 2026: MPDI Luncurkan FOSDI, Wadah Kolaborasi Santri Dai Menuju Indonesia Emas

Yusuf Doank | 23 Oktober 2026, 13:13 WIB
Hari Santri 2026: MPDI Luncurkan FOSDI, Wadah Kolaborasi Santri Dai Menuju Indonesia Emas
Ketua Umum MPDI, KH Ayi Abdul Rosyid,

AKURAT JAKARTA – Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) resmi meluncurkan Forum Organisasi Santri Dai Indonesia (FOSDI) pada puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).

Peluncuran forum ini menjadi langkah strategis MPDI dalam memperkuat jejaring, sinergi, dan kolaborasi antarorganisasi santri dai guna memperluas kontribusi dakwah bagi masyarakat dan bangsa.

Mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas", MPDI menempatkan penguatan organisasi santri dai sebagai bagian dari persiapan melahirkan generasi yang kokoh secara keilmuan dan akhlak, sekaligus adaptif dalam mengambil peran sosial.

Baca Juga: Hari Santri 2026: Pemkab Tangerang Rencanakan Madrasah Swasta Gratis dan Kuliah Gratis bagi Guru Diniyah

Melalui FOSDI, MPDI menyediakan ruang bersama bagi organisasi santri dai untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, mengembangkan kapasitas, hingga mengeksekusi program-program kolaboratif.

Ketua Umum MPDI, KH Ayi Abdul Rosyid, menyampaikan bahwa sinergi antarelemen pesantren sangat vital di tengah perubahan sosial dan pesatnya perkembangan teknologi.

"Kehadiran FOSDI diharapkan memperluas ruang kolaborasi organisasi santri dai tanpa menghilangkan kekhasan dan identitas masing-masing organisasi. Forum ini menjadi titik temu untuk mengembangkan gagasan, memperkuat kapasitas kader, dan mendorong kegiatan dakwah yang memberikan manfaat nyata," ujar KH Ayi Abdul Rosyid.

Pesantren dan Pancasila Tak Terpisahkan

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro MPDI, KH Hidayat Nur Wahid (HNW), menekankan pentingnya santri menjaga keterhubungan dengan akar sejarah pesantren serta memelihara rasa cinta tanah air.

HNW mengingatkan bahwa pesantren dan Pancasila memiliki hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan dalam rekam jejak sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Santri perlu terus mengenali tradisi dan sejarah pesantren sekaligus memperkuat tanggung jawab kebangsaannya. Kehadiran FOSDI ini merupakan sunnah hasanah, sebuah ikhtiar kebaikan yang diharapkan memperkuat peran santri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," tegas HNW.

Rangkaian Semarak Hari Santri Nasional 2026 oleh MPDI ini juga diisi dengan pelaksanaan apel peringatan serta babak final perlombaan santri tingkat nasional.

Peluncuran FOSDI diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai inisiatif dakwah yang produktif dan mendukung kemajuan bangsa.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y