Kapan Revitalisasi Pasar Baru dan Glodok Pecinan Dimulai? Ini Kata Gubernur Pramono

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut revitalisasi kawasan Pasar Baru dan Glodok Pecinan akan dilakukan setelah pembangunan MRT Jakarta yang ditargetkan rampung pada 2027.
Pramono mengatakan, penyelesaian transportasi menjadi salah satu prioritas sebelum penataan kedua kawasan bersejarah di Jakarta tersebut dilakukan.
"Seperti yang saya sampaikan, ketika melakukan penataan ini, yang paling utama yang harus selesai adalah transportasinya. Kalau MRT sudah selesai di tahun 2027, maka segera Pasar Baru dan Glodok Pecinan itu kita lakukan revitalisasi, kita buka hub baru," kata Pramono di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: Hadiri HUT FORBETA, Bupati Tangerang Tegaskan Dukungan dan Kepeduliannya untuk Para Pengemudi Ojol
Menurut Pramono, penguatan konektivitas transportasi diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses Pasar Baru dan Glodok Pecinan.
Dengan demikian, kedua kawasan tersebut dapat kembali berkembang sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Ia juga menyebut layanan Transjakarta akan semakin banyak yang berhenti di kedua kawasan tersebut untuk mendukung mobilitas pengunjung.
"Nanti Transjakarta juga makin banyak yang akan berhenti di tempat itu, sehingga dengan demikian, baik Pasar Baru maupun Glodok Pecinan yang sebenarnya secara historis sudah menjadi simpulnya Jakarta sangat gampang untuk membangkitkan kembali," ujarnya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menilai, Pasar Baru dan Glodok Pecinan memiliki nilai historis yang kuat bagi Jakarta.
Karena itu, revitalisasi diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas di kedua kawasan tersebut.
Ia mengungkapkan, fasilitas di kedua kawasan itu sebenarnya sudah tersedia. Pramono bahkan mengaku telah meninjau langsung kondisi kawasan tersebut.
"Sekarang memang fasilitasnya sudah ada dan saya sudah melihat secara langsung," katanya.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa pengembangan kawasan akan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan transportasi agar revitalisasi dapat berjalan optimal.
Diketahui, pembangunan fase 2A lin utara selatan terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Baca Juga: Flyover Latumenten Capai 83 Persen, Anggota DPRD DKI Kenneth: Tahun Baru Bisa Dibuka untuk Umum
Per 25 September 2026, pembangunannya telah mencapai 65,10 persen dari target 63,04 persen.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian segmen satu Bundaran HI—Monas pada akhir 2027 dan segmen dua hingga Kota pada akhir 2029. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Olympiacos vs Sparta Praha di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Tuan Rumah di Georgios Karaiskakis
- 3Prediksi Skor Omonia vs Benfica di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Berat di Markas The Shamrock
- 4Prediksi Skor Hoffenheim vs Lyon di UEL, 23 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Hentikan Laju Les Gones?
- 5Prediksi Skor OFI Crete vs Bayer Leverkusen di UEL, 22 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Laju Die Werkself?
- 6Prediksi Skor Getafe vs Lugano di UECL, 22 Oktober 2026: Momentum Positif Tim Tamu Jadi Ancaman
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Celtic vs Celta Vigo di UEL, 23 Oktober 2026: Siapa yang Akhiri Tren Buruk di Eropa?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






