Sambut KTT ASEAN, Polres Jaksel Gelar Operasi Cipta Kondisi dan Pencegahan Kejahatan Jalanan

AKURAT.CO - Menjelang puncak pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43, Polres Metro Jakarta Selatan telah mengambil tindakan tegas dengan melaksanakan Operasi Cipta Kondisi dan Pencegahan Kejahatan Jalanan.
"Langkah ini bertujuan untuk mencegah berbagai gangguan kamtibmas seperti tawuran, balap liar, pencurian, dan penganiayaan yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Pol Ade Ary Syam dalam keteranganya, Minggu (3/9/2023).
Menurutnya, operasi ini melibatkan lebih kurang 100 orang anggota kepolisian, termasuk unit perintis presisi, piket fungsi, patko, anggota Polsek jajaran, serta tiga pilar dari TNI dan pol PP Jakarta Selatan, beserta pokdarkamtibmas (KSK).
Baca Juga: Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor, Polres Jaksel Amankan 3 Pelaku
"Area yang menjadi fokus operasi meliputi sekitaran objek yang digunakan sebagai lokasi akomodasi para peserta/delegasi KTT ASEAN di Kawasan Setiabudi, Mampang, dan Kebayoran Baru," ucapnya.
Ade Ary menyebut, tindakan yang diambil dalam operasi ini melibatkan patroli dialogis dan patroli simpatik dengan melibatkan masyarakat untuk menjaga wilayahnya masing-masing.
Dia menegaskan, upaya ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerumunan hingga larut malam, menghentikan rombongan kendaraan yang melintas di sekitar objek akomodasi peserta KTT ASEAN, dan mengalihkan mereka melewati jalur lain agar tidak menimbulkan suara kebisingan, terutama balapan liar.
Baca Juga: Daftar 50 Bengkel Tempat Uji Emisi Khusus Mobil di Wilayah Jakarta Selatan. Berikut Lokasinya!
"Kelompok yang ditemukan membawa senjata tajam untuk keperluan tawuran akan ditindak tegas dengan mengamankannya di Polsek terdekat," tegasnya.
Selama operasi berlangsung, petugas patroli terus memberikan himbauan kepada warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban, mengurangi kecepatan kendaraan di jalan, serta menghindari tempat-tempat yang kurang terang yang rawan tindak begal.
"Tiga pilar juga aktif memberikan himbauan kepada warga agar menutup akses keluar-masuk wilayah mereka. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan teratur menjelang KTT ASEAN ke-43 yang sebentar lagi akan berlangsung," tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

